![]() |
| Ilustrasi - Sel surya yang dibuat dari material perovskit. (US National Renewable Energy Laboratory) |
JAKARTA, Tajukkalimantan.com - Peneliti dari Nanyang Technological University (NTU) Singapura mengembangkan sel surya transparan berbahan perovskit yang sangat tipis.
Teknologi tersebut memungkinkan kaca bangunan berfungsi sebagai penghasil energi dari sinar matahari.
Hasil penelitian itu dipublikasikan dalam jurnal ilmiah ACS Energy Letters.
Tim peneliti dipimpin Associate Professor Annalisa Bruno dengan menggunakan metode penguapan termal berbasis vakum.
Teknologi tersebut digunakan untuk membentuk lapisan mikroskopis perovskit secara presisi.
Dibanding panel surya konvensional, sel surya baru ini disebut lebih tipis namun tetap memiliki efisiensi tinggi.
Material perovskit dipilih karena mampu menyerap cahaya matahari dengan sangat baik.
Keunggulan lain dari teknologi ini adalah tampilannya yang bening tanpa warna sehingga cocok dipasang pada permukaan kaca.
{nextPage}
Peneliti menilai inovasi tersebut dapat diterapkan pada gedung, kendaraan, hingga perangkat elektronik pintar.
Jendela bangunan nantinya berpotensi menjadi sumber energi tambahan tanpa mengubah tampilan arsitektur.
Sumber: Antaranews
.jpg)