![]() |
| Arsip foto - Presiden China Xi Jinping (kanan) berjabat tangan dengan Presiden AS Donald Trump (kiri) saat pertemuan di Busan. (ANTARA) |
WASHINGTON, Tajukkalimantan.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan akan membahas isu Iran, perdagangan, dan energi saat bertemu Presiden China Xi Jinping dalam kunjungan ke Beijing.
Kepala Protokol Amerika Serikat Monica Crowley mengatakan pertemuan kedua pemimpin dijadwalkan berlangsung pada 14 hingga 15 Mei 2026.
Kunjungan Trump ke China sebelumnya direncanakan berlangsung pada akhir Maret hingga awal April 2026.
Namun agenda tersebut sempat ditunda karena situasi yang berkaitan dengan Iran.
“Jelas, perdagangan berada di urutan teratas, Iran, pasokan minyak dunia, dan jalur energi dunia,” kata Monica Crowley dalam wawancara dengan Breitbart News.
Menurut Crowley, pemerintahan Donald Trump saat ini tengah melakukan penataan ulang keseimbangan kekuatan global.
Ia menilai China memahami langkah politik luar negeri yang sedang dijalankan Amerika Serikat tersebut.
Crowley juga menyebut China tidak menunjukkan sikap gugup menghadapi dinamika hubungan kedua negara.
{nextPage}
Ia meyakini Trump akan menghadiri pertemuan dengan Xi Jinping dalam posisi yang kuat.
Crowley mengatakan presiden Amerika Serikat itu akan menjalani pembicaraan dengan “kendali penuh”.
Pertemuan Trump dan Xi Jinping diperkirakan akan menjadi sorotan dunia mengingat hubungan kedua negara selama ini banyak dipengaruhi isu perdagangan dan geopolitik.
Selain perdagangan, pembahasan mengenai pasokan energi global dan situasi Iran diperkirakan menjadi agenda penting dalam perundingan tersebut.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
%20berjabat%20tangan%20dengan%20Presiden%20AS%20Donald%20Trump%20(kiri)%20saat%20pertemuan%20di%20Busan.%20(ANTARA).jpg)