JAKARTA, Tajukkalimantan.com - Produsen kendaraan listrik asal China, BYD, dikabarkan akan melakukan restrukturisasi besar terhadap pusat riset dan pengembangan kendaraan listriknya.
Langkah tersebut diambil sebagai bagian dari upaya perusahaan meningkatkan efisiensi dan merespons perlambatan penjualan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
Dalam struktur baru, Automotive Engineering Research Institute yang selama ini menjadi pusat pengembangan kendaraan akan dipecah menjadi lima unit riset terpisah.
Masing-masing pusat riset nantinya akan berfokus pada pengembangan produk sesuai merek yang berada di bawah naungan BYD.
Lima merek yang akan memiliki pusat pengembangan mandiri yakni Dynasty, Ocean, Denza, Fang Cheng Bao, dan Yangwang.
Sementara itu, divisi teknik pusat akan tetap dipertahankan dengan tugas utama mengembangkan teknologi inti perusahaan.
Teknologi yang menjadi fokus meliputi baterai Blade, platform kendaraan listrik, serta sistem arsitektur elektronik.
Perusahaan juga akan memindahkan sejumlah insinyur dari divisi pusat ke masing-masing tim pengembangan merek untuk mempercepat proses inovasi.
Restrukturisasi ini dilakukan agar pengembangan produk lebih dekat dengan kebutuhan pasar dan masukan dari tim penjualan maupun pemasaran.
{nextPage}
Selain perubahan organisasi, BYD akan menerapkan sistem laporan laba rugi secara mandiri bagi setiap merek yang berada di bawah grup.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi biaya sekaligus memperjelas tanggung jawab bisnis di masing-masing lini produk.
Perubahan strategi ini dilakukan bersamaan dengan upaya BYD memperkuat segmen premium dan mengatasi penurunan penjualan sekitar 20 persen selama lima bulan pertama 2026 yang tercatat mencapai 1,405 juta unit kendaraan.
Sumber: Antara Otomotif
.jpg)