Gempa M5,6 Guncang Perairan Banggai, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Ilustrasi gempa bumi. (AFP Photo)


    BANGGAI, TajukKalimantan.com - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6 mengguncang wilayah perairan utara Banggai, Sulawesi Tengah, pada Jumat pagi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa yang terjadi sekitar pukul 06.28 WIB tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menyebut hasil analisis terbaru menunjukkan gempa memiliki magnitudo 5,4.

Pusat gempa atau episentrum berada di laut sekitar 72 kilometer timur laut Pulau Puah, Sulawesi Tengah.


Sementara itu, hiposentrum gempa berada pada kedalaman 99 kilometer di bawah permukaan bumi.

BMKG mengategorikan peristiwa tersebut sebagai gempa menengah yang dipicu deformasi batuan di dalam slab Lempeng Laut Sulawesi.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa terjadi akibat pergerakan sesar naik atau thrust fault.

Guncangan gempa dirasakan cukup kuat di wilayah Luwuk dan Bone Bolango.

Kedua daerah tersebut mengalami intensitas gempa III hingga IV MMI yang dapat dirasakan banyak orang di dalam rumah.

{nextPage}

Getaran juga dirasakan warga di Gorontalo dengan intensitas III MMI.

Sementara itu, wilayah Pohuwato, Boalemo, dan Gorontalo Utara merasakan guncangan pada skala II hingga III MMI.

Di Kabupaten Taliabu, getaran gempa tercatat berada pada intensitas II MMI.


BMKG menyebut getaran pada skala tersebut dapat dirasakan di dalam rumah dan membuat benda ringan yang tergantung bergoyang.

Hingga pukul 06.50 WIB, BMKG belum mendeteksi adanya aktivitas gempa susulan setelah kejadian utama.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan BMKG terkait perkembangan aktivitas kegempaan.

Sumber: CNN Indonesia
Lebih baru Lebih lama