![]() |
| Motor listrik Indomobil eMotor Tyranno X yang diluncurkan pada ajang Jakarta Fair 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. (ANTARA) |
JAKARTA, Tajukkalimantan.com - Insentif kendaraan listrik yang tengah disiapkan pemerintah dinilai dapat mendorong pertumbuhan pasar otomotif sekaligus mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan.
Penilaian tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Indef, Esther Sri Astuti.
Menurut Esther, efektivitas insentif dapat dilihat dari keberhasilan program stimulus kendaraan listrik yang pernah diterapkan sebelumnya.
Ia menyebut kebijakan berupa PPN DTP dan PPnBM terbukti mampu meningkatkan permintaan kendaraan listrik secara signifikan.
Saat program stimulus berjalan, pasar kendaraan listrik bahkan sempat mencatat pertumbuhan hingga 152 persen.
Data Gaikindo menunjukkan penjualan mobil listrik berbasis baterai pada kuartal pertama 2026 mencapai 33.150 unit.
Angka tersebut meningkat 95,9 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Selain itu, populasi bus listrik hingga April 2026 telah mencapai 798 unit.
Sementara jumlah motor listrik pada Februari 2026 tercatat sebanyak 236.451 unit.
{nextPage}
Jumlah tersebut setara sekitar 65 persen dari total populasi kendaraan listrik nasional.
Esther menilai capaian itu membuktikan kebijakan fiskal dapat mempercepat transisi menuju penggunaan kendaraan listrik.
Ia juga menegaskan kendaraan listrik berpotensi membantu menurunkan emisi karbon dan meningkatkan kualitas udara di kawasan perkotaan.
Meski begitu, manfaat lingkungan akan lebih optimal jika pengisian daya kendaraan didukung sumber energi yang lebih bersih serta peningkatan kandungan lokal industri kendaraan listrik.
Sumber: Antaranews
.jpg)