Konsumen China Beralih ke Kendaraan Listrik di Tengah Lonjakan Teknologi dan Hemat Biaya

Foto yang diambil pada 3 November 2025 ini menunjukkan jalur perakitan kendaraan energi baru (NEV) BYD. (ANTARA)


     BEIJING, Tajukkalimantan.com - Konsumen di China semakin beralih ke kendaraan energi baru atau NEV seiring perkembangan teknologi dan meningkatnya biaya bahan bakar.

Perubahan ini salah satunya dirasakan langsung oleh Wang, seorang komuter di Chongqing yang menghemat biaya transportasi secara signifikan.

Biaya bahan bakar bulanannya yang sebelumnya lebih dari 1.200 yuan kini turun menjadi di bawah 200 yuan setelah menggunakan kendaraan listrik.

Penghematan tersebut membuat Wang bisa menghemat sekitar 12.000 yuan per tahun.


Tren ini mencerminkan pergeseran besar di pasar otomotif terbesar di dunia tersebut.

Data Asosiasi Manufaktur Mobil China menunjukkan NEV menyumbang 56,9 persen penjualan mobil baru pada Mei.

Angka tersebut meningkat dibandingkan 50,8 persen pada 2025 dan 40,9 persen pada 2024.

Sekitar 1,5 juta unit NEV terjual hanya dalam satu bulan, menunjukkan pertumbuhan yang sangat cepat.

Peningkatan ini didorong oleh penurunan biaya produksi dan perkembangan teknologi yang pesat.

Konsumen kini tidak hanya mempertimbangkan biaya, tetapi juga fitur pintar berbasis perangkat lunak di dalam kendaraan.

{nextPage}

Teknologi seperti kecerdasan buatan dan sensor wajah mulai digunakan untuk meningkatkan pengalaman berkendara.

Selain itu, harga kendaraan listrik juga semakin terjangkau berkat efisiensi produksi dan inovasi industri.

Infrastruktur pengisian daya di China juga berkembang pesat dengan hampir 22 juta fasilitas tersedia hingga April.

Kombinasi faktor teknologi, harga, dan kebijakan pemerintah menjadikan China pemimpin global dalam adopsi kendaraan listrik.

Sumber: Antara Otomotif
Lebih baru Lebih lama