![]() |
| Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam. (ANTARA) |
BEIRUT, Tajukkalimantan.com - Pemerintah Lebanon menyambut keputusan Arab Saudi yang kembali membuka akses impor produk dari negara tersebut setelah pembatasan diberlakukan selama beberapa tahun terakhir.
Menteri Ekonomi Lebanon, Amer Bisat, menilai langkah Riyadh tidak hanya membawa manfaat ekonomi tetapi juga memiliki makna politik yang penting.
Menurutnya, keputusan tersebut menunjukkan bahwa Lebanon tetap memiliki tempat dalam hubungan dan kerja sama dengan negara-negara Arab.
Bisat mengatakan pencabutan pembatasan itu dapat menjadi awal dari kembalinya Lebanon ke ruang ekonomi kawasan Arab.
Ia juga melihat peluang baru bagi para produsen Lebanon untuk memperluas pasar ekspor mereka di kawasan Teluk.
Sebelumnya, Arab Saudi mengumumkan pencabutan larangan impor produk Lebanon yang telah berlaku sejak April 2021.
Pemerintah Saudi menyebut keputusan itu diambil setelah melakukan konsultasi dengan Presiden Lebanon, Joseph Aoun.
Riyadh juga mempertimbangkan berbagai langkah yang telah dilakukan Beirut dalam memperketat pengawasan ekspor dan memerangi praktik penyelundupan.
Sebelum pembatasan diberlakukan, negara-negara Teluk menjadi tujuan utama ekspor pertanian Lebanon.
{nextPage}
Kawasan tersebut diketahui menyerap sekitar 45 persen dari total ekspor pertanian Lebanon.
Di antara negara-negara Teluk, Arab Saudi merupakan salah satu pasar terbesar bagi produk pertanian dan hasil produksi Lebanon.
Pencabutan larangan impor itu diharapkan dapat membantu pemulihan sektor perdagangan Lebanon yang selama beberapa tahun terakhir menghadapi berbagai tantangan ekonomi.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
.jpg)