PDWA Prodi Administrasi Bisnis FISIP ULM Perkuat Budaya Pilah Sampah di Telaga Biru Banjarmasin

Peserta mengikuti praktik pembuatan ecobrick pada kegiatan PDWA Prodi Administrasi Bisnis FISIP ULM sebagai bagian dari penguatan budaya pilah sampah di Kelurahan Telaga Biru Banjarmasin. (Tajukkalimantan.com/Ilham)

BANJARMASIN, Tajukkalimantan.com – Komitmen membangun budaya peduli lingkungan kembali dilakukan di Kelurahan Telaga Biru, Kecamatan Banjarmasin Barat. Melalui Program Dosen Wajib Mengabdi (PDWA), dosen dan mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali memberikan pelatihan dan pembinaan pengelolaan sampah kepada masyarakat, Selasa (30/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kelurahan Telaga Biru itu melibatkan Karang Taruna, Dasawisma, serta perwakilan masyarakat dari sejumlah RT. Selain memperkuat edukasi pemilahan sampah, peserta juga dibekali keterampilan mengolah sampah plastik menjadi ecobrick yang memiliki nilai guna.

Ketua Tim PDWA, Dr. Irwansyah, S.Sos., M.Si, mengatakan kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari program pemberdayaan masyarakat yang telah dijalankan ULM bersama PT Pelindo Terminal Petikemas pada 2025 lalu.

"Fokus kegiatan ini merupakan lanjutan dari program tahun 2025 yang telah kami laksanakan, yakni mengedukasi masyarakat tentang pemilahan sampah dengan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang dimulai dari rumah tangga," ujarnya.

Menurut Irwansyah, melalui program PDWA kali ini pihaknya ingin memastikan program yang telah berjalan tetap berkelanjutan. Karena itu, tim dosen bersama mahasiswa kembali turun ke lapangan untuk melakukan pendampingan sekaligus mengembangkan pemanfaatan sampah plastik melalui pembuatan ecobrick.

"Kami juga ingin melihat sejauh mana masyarakat tetap aktif memilah sampah. Alhamdulillah, bantuan tempat sampah 3R yang sebelumnya kami salurkan di tujuh RT masih dimanfaatkan dengan baik oleh warga," katanya.

Dekan FISIP ULM itu juga menilai keberhasilan pengelolaan sampah tidak cukup hanya mengandalkan fasilitas, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat. Karena itu, Karang Taruna dan Dasawisma diharapkan menjadi motor penggerak dalam membangun kesadaran warga.

"Kami berharap Karang Taruna dan Dasawisma dapat terus menjadi penggerak di lingkungan masing-masing, sehingga masyarakat semakin sadar pentingnya memilah sampah dan mampu mengubahnya menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis," jelasnya.

Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti praktik langsung pembuatan ecobrick yang dipandu Ketua Karang Taruna Cempaka Raya, Sulistiyo. Dalam sesi tersebut, peserta diajarkan cara memanfaatkan botol plastik bekas dan sampah plastik menjadi ecobrick yang dapat dimanfaatkan kembali.

Sulistiyo mengatakan keberhasilan pengelolaan sampah tidak akan terwujud tanpa keterlibatan masyarakat dari tingkat kelurahan hingga RT.

"Melalui kegiatan ini kami ingin kembali membangkitkan semangat masyarakat agar aktif mengelola sampah dari lingkungan masing-masing," ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada ULM yang terus memberikan pendampingan kepada masyarakat di Kelurahan Telaga Biru.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Dr. Irwansyah beserta seluruh dosen ULM yang terus melakukan pembinaan dan pendampingan kepada masyarakat di wilayah kami," tutupnya.

Program Dosen Wajib Mengabdi (PDWA) Prodi Administrasi Bisnis FISIP ULM tahun ini melibatkan Ketua Tim Dr. Irwansyah, S.Sos., M.Si, bersama Novia Nour Halisa, S.Si., M.Si, Hj. Nurul Wahyuni, S.Sos., M.AB, Noor Hidayati, S.Sos., M.AB, Dra. Hj. Siti Rusidah, M.M, Devi Rusvitawati, S.Pd., M.M, Muhammad Fathoni, S.Kom., M.M, serta dua mahasiswa, Ayu Mentari dan Muhammad Rizal Mirwan.

Tajukkalimantan.com/Ilham
Editor: Elpian

Lebih baru Lebih lama