Ragam Isu Humaniora Warnai Akhir Pekan, dari Program Gizi hingga Inovasi Hidrogen

Siswa menyantap paket menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 1 Babadan, Tulungagung, Jawa Timur. (ANTARA)


    JAKARTA, Tajukkalimantan.com - Sejumlah peristiwa di bidang humaniora menjadi perhatian publik sepanjang akhir pekan dan mencakup isu gizi, lingkungan, pendidikan, hingga teknologi.

Badan Gizi Nasional menghentikan sementara operasional 18 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Langkah tersebut diambil setelah ditemukan sarana dan prasarana yang tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan.

Selain itu, terdapat indikasi monopoli pemasok bahan yang menjadi salah satu alasan penghentian operasional sementara.


Di sektor lingkungan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melaporkan keberhasilan aksi hemat energi selama satu jam dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup 2026.

Program tersebut tercatat mampu menurunkan emisi karbon hingga mencapai 60,14 ton setara karbon dioksida.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengingatkan generasi muda agar lebih waspada terhadap berbagai bentuk kejahatan digital.

Ia menilai peningkatan literasi digital menjadi langkah penting untuk menghadapi ancaman yang terus berkembang di ruang siber.

Pada bidang riset, BRIN mengembangkan material komposit inovatif untuk mendukung produksi hidrogen dan oksigen bersih melalui proses pemisahan air.

{nextPage}

Pengembangan teknologi tersebut diharapkan dapat memperkuat pemanfaatan energi ramah lingkungan di masa depan.

Di sektor pendidikan profesi, IABEE Persatuan Insinyur Indonesia memperoleh pengakuan internasional dalam pertemuan International Engineering Alliance Meetings 2026.

Pencapaian tersebut dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat pengakuan global terhadap standar pendidikan teknik di Indonesia.

Sumber: Antaranews
Lebih baru Lebih lama