Ratusan Dapur MBG di Sejumlah Daerah Berhenti Operasi Akibat Dana Belum Masuk

Puluhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Aceh dan Batam berhenti melaksanakan program Makan Bergizi Gratis (MBG). (CNN Indonesia)


   JAKARTA, Tajukkalimantan.com - Ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Aceh, Batam, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan NTB menghentikan layanan Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak Senin (8/6) karena dana operasional belum diterima pengelola dapur.

Di Banda Aceh, tujuh dari 37 dapur MBG berhenti beroperasi karena saldo operasional habis dan dana pengganti dari pusat belum masuk ke rekening pengelola.

Koordinator SPPG Banda Aceh, Muhammad Reza, mengatakan dapur terdampak kini menunggu top up dana dari Badan Gizi Nasional (BGN) pusat.

Di Batam, lebih dari 50 dapur SPPG juga menghentikan operasional karena anggaran operasional belum turun ke virtual account SPPG.


Koordinator MBG Batam, Defri Fernaldi, menyebut SPPG baru dapat beroperasi setelah dana APBN masuk dan pengelola tidak diperbolehkan menggunakan dana talangan mitra.

NTB menjadi wilayah dengan dampak terbesar, yakni 195 dapur SPPG berhenti sementara sambil menunggu pencairan dana MBG ke rekening pengelola.

Kepala BGN Regional NTB, Eko Prasetyo, memastikan kendala tersebut murni persoalan teknis pencairan anggaran dari pusat dan pencairan kembali diproses pada hari yang sama.

Di Jawa Tengah, 20 SPPG di Solo dan 50 SPPG di Brebes menghentikan operasi sementara, dengan 31 di antaranya terkendala keterlambatan pencairan dan 19 lainnya berstatus suspend.

Koordinator Wilayah BGN Brebes, Arya Dewa Nugroho, mengatakan keterlambatan pencairan terkait proses administrasi dan pejabat pembuat komitmen (PPK).

{nextPage}

Kasus serupa juga dilaporkan terjadi di Majalengka dan Cirebon, Jawa Barat, sehingga ribuan siswa penerima manfaat terdampak tidak menerima distribusi makanan seperti biasanya.

Sementara itu, Kepala BGN Nanik S Deyang membantah adanya penghentian pendanaan program MBG dan menyatakan pencairan sudah dilakukan bertahap sejak Jumat (5/6) serta dilanjutkan kembali pada Senin (8/6).

Menurut Nanik, persoalan yang terjadi lebih bersifat administratif dan teknis, bukan karena program MBG dihentikan atau dananya tidak dicairkan.

Sumber: CNN Indonesia
Lebih baru Lebih lama