![]() |
| Seorang pengunjung foto di depan kendaraan JAECOO J5 EV saat ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) Surabaya 2026 di Grand City Surabaya. (ANTARA) |
JAKARTA, Tajukkalimantan.com - Tren perpindahan pengguna kendaraan berbahan bakar konvensional ke mobil listrik terus menunjukkan peningkatan sepanjang 2026 berdasarkan hasil survei dan data transaksi yang dirilis Edmunds di Amerika Serikat.
Data tersebut menunjukkan semakin banyak konsumen yang menjadikan kendaraan listrik sebagai pilihan utama saat mengganti kendaraan lama mereka.
Pada Januari 2026, sebanyak 67,1 persen pembeli mobil listrik baru diketahui menukarkan kendaraan berbahan bakar bensin saat melakukan pembelian.
Angka itu terus meningkat hingga mencapai 72,1 persen pada April 2026, menandakan semakin kuatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik.
Tidak hanya menarik pembeli baru, kendaraan listrik juga berhasil mempertahankan konsumennya untuk melakukan pembelian ulang.
Edmunds mencatat sebanyak 26,2 persen pembeli kendaraan listrik pada Januari merupakan pengguna yang sebelumnya sudah memiliki mobil listrik.
Persentase tersebut meningkat menjadi 35,4 persen pada April 2026, menunjukkan tingkat kepuasan pengguna yang relatif tinggi terhadap teknologi kendaraan tanpa emisi.
Fenomena ini terjadi di tengah berakhirnya sejumlah insentif pembelian kendaraan listrik di Amerika Serikat.
Beberapa program yang berakhir antara lain kredit pajak federal hingga 7.500 dolar AS serta berbagai insentif yang diberikan pemerintah negara bagian.
Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa daya tarik kendaraan listrik mulai berkembang melampaui faktor bantuan pemerintah.
{nextPage}
Meski demikian, para analis menilai masih diperlukan waktu untuk memastikan apakah tren tersebut akan menjadi perubahan permanen dalam perilaku konsumen.
Direktur Senior Insights Edmunds, Ivan Drury, menilai peningkatan minat terhadap kendaraan listrik juga bisa dipengaruhi oleh naiknya harga bahan bakar akibat ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Selain itu, kenaikan harga kendaraan bekas turut menjadi faktor yang memengaruhi keputusan konsumen untuk beralih ke mobil listrik.
Data dari Cox Automotive menunjukkan Indeks Nilai Kendaraan Bekas Manheim meningkat sekitar empat persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Hasil survei tersebut memperlihatkan bahwa penerimaan pasar terhadap kendaraan listrik semakin kuat, meskipun dampak jangka panjang dari tren tersebut masih perlu diamati lebih lanjut.
Sumber: Antara Otomotif
%20Surabaya%202026%20di%20Grand%20City%20Surabaya.%20(ANTARA).jpg)