![]() |
| Bupati Kapuas, Muhammad Wiyatno, beserta jajaran dan Kepala Perwakilan BI Kalteng, secara simbolis menabuh katambung tanda peluncuran aplikasi Hapakat E-Retribusi. (Diskominfosantik Kapuas) |
KUALA KAPUAS, Tajukkalimantan.com – Bupati Kapuas Muhammad Wiyatno meluncurkan aplikasi Hapakat E-Retribusi bersamaan dengan kegiatan Perhitungan Potensi dan Proyeksi Pendapatan Asli Daerah (PAD), Selasa.
Menurut Wiyatno, peluncuran aplikasi tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat pendapatan asli daerah.
Ia menegaskan kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari upaya meningkatkan kemandirian fiskal daerah.
Wiyatno menyebut semakin besar PAD maka semakin luas kemampuan pemerintah membiayai pembangunan dan pelayanan publik.
Ia meminta perhitungan potensi PAD dilakukan secara cermat agar sektor pendapatan dapat dioptimalkan tanpa membebani masyarakat.
Aplikasi Hapakat E-Retribusi diharapkan mampu mendukung penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik sekaligus meningkatkan transparansi retribusi.
Kepala Bapenda Kapuas Yaya mengatakan optimalisasi PAD harus didukung data potensi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Tengah Yuliansyah Andrias mengapresiasi kemajuan digitalisasi yang telah dicapai Pemkab Kapuas.
{nextPage}
Ia menilai tantangan berikutnya adalah mendorong masyarakat beralih dari transaksi tunai ke pembayaran digital.
Peluncuran aplikasi ditandai dengan penabuhan katambung sebelum dilanjutkan pemaparan materi oleh Direktorat Pendapatan Daerah Kemendagri RI.
Sumber: Antara Kalteng
.jpg)