Gubernur Kalteng Mulai Bangun Huma Betang, Perkuat Identitas Budaya Dayak

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran saat memotong tali tiang pancang untuk dimulainya pembangunan Huma Betang di Palangka Raya. (Biro Adpim Pemprov Kalteng)


    PALANGKA RAYA, Tajukkalimantan.com – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran resmi memulai pembangunan Huma Betang melalui pemancangan tiang perdana di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya.

Agustiar mengatakan pembangunan Huma Betang merupakan langkah untuk memperkuat identitas budaya Dayak sekaligus melestarikan nilai-nilai kearifan lokal di Kalimantan Tengah.

Menurutnya, Huma Betang diharapkan menjadi rumah besar bagi seluruh masyarakat sebagai ruang yang menyatukan budaya, persatuan, dan semangat membangun daerah.


Ia menegaskan Huma Betang bukan hanya sebuah bangunan fisik atau rumah adat, tetapi juga simbol filosofi kehidupan masyarakat Kalimantan Tengah yang menjunjung kebersamaan, gotong royong, dan toleransi.

Agustiar menyebut pembangunan Huma Betang akan menjadi tonggak sejarah bagi peradaban Dayak di tingkat nasional maupun dunia.

Bangunan tersebut dirancang sebagai simbol pemersatu seluruh sub suku Dayak di Pulau Kalimantan dan Borneo sekaligus menjadi pusat kegiatan adat, budaya, pendidikan, hingga forum berskala nasional dan internasional.

Huma Betang akan dibangun dengan ukuran sekitar 80 x 170 meter dan mampu menampung lebih dari 10 ribu orang.

Fasilitas yang disiapkan meliputi galeri, museum, mes kontingen, serta berbagai sarana pendukung yang diharapkan menjadi pusat pelestarian budaya Dayak.

{nextPage}

Sekitar 90 persen material bangunan akan menggunakan kayu ulin yang dikenal memiliki daya tahan tinggi terhadap cuaca maupun serangan rayap sehingga dapat menjadi warisan budaya bagi generasi mendatang.

Sekretaris Daerah Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden, mengatakan pembangunan Huma Betang merupakan tindak lanjut komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pusat pelestarian budaya yang representatif.

Ia menjelaskan Huma Betang akan dibangun di lahan bekas Kantor Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah dengan memadukan konsep rumah panggung tradisional Dayak dan struktur modern, sementara pembangunan dilakukan secara bertahap melalui APBD Kalteng dengan anggaran tahap pertama tahun 2026 sebesar Rp39,2 miliar dan ditargetkan rampung pada 2027.

Sumber: Antara Kalteng
Lebih baru Lebih lama