Honda dan Nissan Semakin Dekat Bentuk Aliansi Strategis Kendaraan Masa Depan

Presiden Honda Motor Co. Toshihiro Mibe memberikan sambutan dalam press day hari pertama pameran Japan Mobility Show. (ANTARA)


     TOKYO, Tajukkalimantan.com – Honda dan Nissan dikabarkan semakin dekat mencapai kesepakatan kemitraan strategis untuk memperkuat pengembangan kendaraan listrik dan hybrid di tengah persaingan industri otomotif global.

Presiden Honda Toshihiro Mibe mengungkapkan pembahasan kerja sama kedua perusahaan telah memasuki tahap lanjut dan sebagian rencana kemitraan hampir siap diumumkan.

Salah satu proyek awal yang disiapkan adalah pengembangan Electronic Control Unit (ECU) bersama sebagai sistem komputer utama pada kendaraan.


ECU tersebut direncanakan digunakan pada berbagai model Honda, Nissan, dan Mitsubishi, termasuk kendaraan hybrid serta mobil listrik mulai 2029 hingga 2030.

Kolaborasi ini diyakini mampu mempercepat pengembangan teknologi kendaraan sekaligus menekan biaya produksi di tengah meningkatnya persaingan dari produsen otomotif asal China.

Kerja sama tersebut juga muncul ketika Honda tengah menghadapi tekanan setelah mencatat kerugian bersih sebesar 423,9 miliar yen atau sekitar 2,62 miliar dolar AS.

Toshihiro Mibe menyebut tiga tahun ke depan akan menjadi masa yang sangat menentukan bagi bisnis kendaraan roda empat Honda.

Ia menilai perusahaan harus mampu beradaptasi agar tetap kompetitif menghadapi perubahan industri otomotif global.

{nextPage}

Meski peluang kerja sama semakin terbuka, proses pembentukan aliansi masih menghadapi tantangan karena Renault memegang 15 persen hak suara di Nissan.

Keberadaan Renault dinilai berpotensi memengaruhi keputusan strategis Nissan dalam menentukan arah kemitraan tersebut.

Jika terealisasi, kolaborasi Honda dan Nissan berpotensi menjadi salah satu aliansi teknologi terbesar Jepang dalam menghadapi era elektrifikasi kendaraan.

Sumber: Antara Otomotif
Lebih baru Lebih lama