![]() |
| Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (kiri) menerima kunjungan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Pusat PBNU di Jakarta. (ANTARA) |
JAKARTA, Tajukkalimantan.com - Pemerintah membuka peluang bekerja sama dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam pengembangan proyek pengolahan sampah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan kerja sama tersebut berpotensi memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya, sampah dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti pupuk, bahan bangunan, hingga papan sirkuit Printed Circuit Board (PCB).
Purbaya menyampaikan pemerintah siap memberikan dukungan terhadap proyek yang dinilai memiliki tujuan positif dan manfaat luas bagi masyarakat.
Ia menilai kolaborasi tersebut akan semakin kuat apabila juga melibatkan kerja sama dengan mitra dari luar negeri.
Dalam pertemuan dengan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, turut dibahas peluang investasi yang dapat dikembangkan PBNU bersama berbagai entitas internasional.
Purbaya menyatakan pemerintah akan mempelajari setiap gagasan investasi yang diajukan selama sesuai dengan ketentuan serta memiliki tingkat risiko yang terkendali.
Sementara itu, Gus Yahya mengatakan pertemuan tersebut juga membahas potensi kolaborasi PBNU dalam mendukung berbagai agenda nasional pemerintah.
{nextPage}
Menurutnya, PBNU memiliki jaringan organisasi yang luas dan dapat menjadi saluran untuk menyampaikan berbagai program pemerintah kepada masyarakat.
Gus Yahya mengungkapkan kerja sama antara PBNU dan pemerintah telah terjalin sejak akhir 2022 melalui berbagai program, termasuk Gerakan Keluarga Maslahat.
Ia berharap dukungan pemerintah terhadap rencana investasi dan pengembangan proyek PBNU dapat semakin memperkuat upaya bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung kepentingan bangsa.
Sumber: Antaranews
%20menerima%20kunjungan%20Menteri%20Keuangan%20Purbaya%20Yudhi%20Sadewa%20di%20Kantor%20Pusat%20PBNU%20di%20Jakarta.%20(ANTARA).jpg)