![]() |
| Presiden Prabowo Subianto saat melantik Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII IPDN Tahun 2026 di Lapangan Parade IPDN Kampus Jatinangor. (ANTARA) |
SUMEDANG, Tajukkalimantan.com – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan para pamong praja muda agar menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat dengan penuh tanggung jawab, rendah hati, dan menjauhi sikap arogan dalam memberikan pelayanan publik.
Pesan tersebut disampaikan Presiden saat memberikan pengarahan pada pelantikan Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Sumedang, Jawa Barat, Rabu.
Dalam arahannya, Prabowo menegaskan bahwa seorang pamong praja harus mampu menjadi pemimpin yang hadir di tengah masyarakat, terutama ketika rakyat menghadapi berbagai kesulitan.
Menurutnya, aparatur pemerintahan memiliki peran penting sebagai tonggak kepemimpinan yang memberikan dukungan dan solusi bagi kebutuhan masyarakat.
Presiden juga menekankan bahwa kehormatan seorang aparatur negara tidak diukur dari jabatan maupun pangkat yang disandang, melainkan dari manfaat yang diberikan kepada rakyat.
Ia mengingatkan para pamong praja agar selalu menjalankan tugas sebagai pelayan, pelindung, dan pengayom masyarakat dengan sebaik-baiknya.
Prabowo menilai masyarakat membutuhkan aparatur yang jujur, disiplin, berintegritas, bersih, serta bebas dari praktik korupsi dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Selain itu, para pamong praja diminta untuk selalu mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun golongan dalam setiap pengambilan kebijakan.
Presiden juga mengajak para lulusan IPDN agar tetap dekat dengan rakyat dan memahami berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di lapangan.
{nextPage}
Ia menegaskan setiap kebijakan yang diambil harus memberikan manfaat, terutama bagi masyarakat yang lemah, miskin, dan membutuhkan perhatian pemerintah.
Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto melantik sebanyak 1.204 Pamong Praja Muda yang terdiri atas 728 laki-laki dan 476 perempuan untuk bertugas di instansi pemerintah pusat maupun daerah di seluruh Indonesia.
Dari jumlah tersebut, 10 lulusan terbaik berhasil meraih indeks prestasi kumulatif (IPK) tertinggi sebesar 3,84 dan terendah 3,78, sebagai bentuk capaian akademik yang membanggakan sebelum mengemban tugas sebagai aparatur negara.
Sumber: Antaranews
.jpg)