![]() |
| Personel Marinir TNI AL melakukan latihan kamuflase saat latihan bersama dalam ajang RIMPAC 2026 di Hawaii, Amerika Serikat. (HO-Pen Marinir) |
JAKARTA, Tajukkalimantan.com – Latihan militer multinasional Rim of the Pacific (RIMPAC) 2026 memanfaatkan teknologi nirawak dan berbagai inovasi baru sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan operasi militer gabungan.
Commander Combined Task Force (CCTF) RIMPAC 2026, Vice Admiral Jeffrey T. Jablon, mengatakan lebih dari 35 eksperimen teknologi dilaksanakan selama latihan berlangsung.
Menurutnya, seluruh eksperimen tersebut berfokus pada pengembangan sistem nirawak serta teknologi modern yang dapat mendukung efektivitas operasi militer di masa depan.
Pengujian dilakukan untuk mengetahui bagaimana teknologi baru dapat diintegrasikan ke dalam berbagai skenario operasi sekaligus memperoleh masukan langsung dari para operator di lapangan.
Salah satu uji coba yang menjadi sorotan adalah proses pengisian ulang perbekalan di laut menggunakan kapal permukaan nirawak Typhoon yang secara otonom memasuki well deck kapal USS Essex.
Selain itu, RIMPAC 2026 juga mendemonstrasikan pemanfaatan teknologi pencetakan tiga dimensi (3D printing) di atas kapal yang terintegrasi dengan pengiriman logistik menggunakan drone otonom.
Jablon menilai berbagai inovasi tersebut akan membantu militer memahami efektivitas teknologi baru sebelum diterapkan secara lebih luas dalam operasi nyata.
Pengembangan teknologi berlangsung seiring semakin kuatnya kerja sama multinasional dalam penyelenggaraan latihan RIMPAC yang telah berlangsung sejak 1971.
Ia menegaskan bahwa semangat kolaborasi antarnegara yang memiliki visi menjaga kawasan Indo-Pasifik tetap bebas dan terbuka menjadi fondasi utama latihan tersebut sejak pertama kali digelar.
{nextPage}
RIMPAC yang awalnya hanya melibatkan lima negara kini berkembang menjadi ajang latihan bersama yang diikuti 30 negara, termasuk Indonesia.
Menurut Jablon, bertambahnya jumlah peserta menunjukkan semakin luasnya kerja sama internasional untuk membangun kepercayaan, memperkuat hubungan antarmiliter, serta meningkatkan kemampuan interoperabilitas.
RIMPAC 2026 diikuti lebih dari 30.000 personel, didukung 31 kapal permukaan, lima kapal selam, serta lebih dari 190 pesawat yang melaksanakan berbagai latihan bersama di wilayah Hawaii sejak 24 Juni, menandai penyelenggaraan ke-30 sejak pertama kali digelar pada 1971.
Sumber: Antaranews
.jpg)