28 Mahasiswa KKN-PPM UGM Sandau Batala Akhiri 50 Hari Pengabdian di Panyipatan Tanah Laut, Tinggalkan Jejak di Tiga Desa

Sebanyak 28 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Unit Sandau Batala mengakhiri pengabdian di Panyipatan Tanah Laut. (foto: Tim KKN-PPM UGM)

TANAHLAUT, Tajukkalimantan.com
- Sebanyak 28 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Unit Sandau Batala resmi mengakhiri masa pengabdian setelah kurang lebih 50 hari berada di Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Jumat (7/8/2026). 

Bertempat di Aula Kecamatan Panyipatan, kegiatan penutupan menjadi penanda berakhirnya rangkaian KKN yang dilaksanakan di Desa Batakan, Desa Tanjung Dewa, dan Desa Kandangan Lama, Tanah Laut (Tala). 

BACA JUGA: 521 Mahasiswa Uniska Tuntaskan KKN di Kapuas, Pemkab Apresiasi Kontribusi untuk Masyarakat

Selama berada di tiga desa tersebut, mahasiswa melaksanakan berbagai program berdasarkan potensi dan kebutuhan masyarakat setempat. Program multidisipliner dari klaster Sains Teknologi, Sosial Humaniora, Medika, dan Agrokompleks mencakup bidang ketahanan pangan, kesehatan, pendidikan, lingkungan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, teknologi tepat guna, pengembangan pariwisata, hingga penguatan tata kelola administrasi desa. 

Pelaksanaan program dilakukan melalui kolaborasi bersama pemerintah desa, masyarakat, sekolah, kelompok PKK, pelaku UMKM, hingga kelompok sadar wisata. 

Sejumlah program menghasilkan luaran yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan lebih lanjut oleh masyarakat, seperti pengembangan produk turunan Gula Habang di Desa Kandangan Lama, penyusunan masterplan pengembangan wisata berbasis hutan mangrove di Desa Tanjung Dewa, serta pembuatan incinerator sampah di Desa Batakan. 

Di Desa Kandangan Lama, mahasiswa dari Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri, Teknik Industri, dan Pembangunan Ekonomi Kewilayahan berkolaborasi dalam pengembangan awal ekosistem produksi Gula Habang. 

{nextPage}

Program tersebut menghasilkan rancangan produk turunan berupa permen gummy dan sirup berbasis Gula Habang sebagai upaya diversifikasi produk, serta sosialisasi sanitasi dan higiene kepada pelaku UMKM Gula Habang dan ibu-ibu PKK sebagai bagian dari persiapan pemenuhan persyaratan sertifikasi PIRT. 

Pengembangan produk lokal dan penguatan kapasitas pelaku usaha ini turut mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui upaya pengembangan usaha dan peningkatan nilai tambah produk masyarakat. 

BACA JUGA: Bupati Kapuas Lepas 139 Mahasiswa STAI Kuala Kapuas untuk Pengabdian di 20 Desa

Sementara itu, di Desa Tanjung Dewa, mahasiswa menghasilkan dokumen masterplan yang mengintegrasikan potensi hutan mangrove dengan pengembangan pariwisata. Dokumen tersebut dapat dimanfaatkan pemerintah desa dan masyarakat sebagai pedoman tambahan dalam mengembangkan kawasan wisata serta mendorong perhatian dan pendanaan dari pemerintah daerah maupun pihak terkait. 

Penutupan Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Unit Sandau Batala di Kecamatan Panyipatan Tanah Laut. (Foto Tim Unit KKN-PPM UGM)

Di Desa Batakan, mahasiswa merancang incinerator sampah sebagai salah satu alternatif pengelolaan sampah yang lebih terkendali. Program ini dilatarbelakangi oleh kebiasaan pembakaran sampah secara terbuka yang berpotensi menyebabkan api merambat ke kawasan hutan maupun permukiman. 

Incinerator dirancang sebagai prototipe pembakaran sampah dengan emisi asap yang lebih minim serta sistem yang membantu mencegah penyebaran api ke lingkungan sekitar, sejalan dengan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. 

Dalam sambutan Camat Panyipatan yang dibacakan oleh Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Panyipatan, Rizka Priatma Arvie, pemerintah kecamatan menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa selama menjalankan pengabdian di Panyipatan. “

Kehadiran kalian telah memberikan warna baru, semangat baru, serta berbagai kegiatan positif yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya saat membacakan sambutan Camat Panyipatan dalam kegiatan penutupan KKN-PPM UGM Sandau Batala. 

{nextPage}

Koordinator Mahasiswa Unit KKN-PPM UGM Sandau Batala, M. Akhdan Lutfi, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program selama berada di Kecamatan Panyipatan. 

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan penuh dari pemerintah desa, aparatur kecamatan, hingga seluruh warga di tiga desa. Kami datang bukan untuk menggurui, karena pada hakikatnya justru kami yang banyak belajar dari kearifan lokal, semangat gotong royong, dan pengalaman hidup nyata di sini. Harapan terbesar kami, semoga sinergi yang telah terjalin tidak berhenti sampai di sini. Kami sangat berharap dapat terus berkolaborasi dengan Pemerintah Desa setempat, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, serta seluruh warga yang sangat kami sayangi, guna memastikan keberlanjutan program-program yang telah dirintis bersama,” ujarnya. 

Berakhirnya masa pengabdian mahasiswa tidak menjadi akhir dari hubungan yang telah terjalin antara KKN-PPM UGM Sandau Batala dengan masyarakat Kecamatan Panyipatan. Berbagai luaran yang telah dihasilkan diharapkan dapat terus dimanfaatkan, dikembangkan, dan ditindaklanjuti oleh masyarakat serta pemerintah desa sesuai dengan kebutuhan dan potensi masing-masing wilayah. 

Bagi 28 mahasiswa KKN-PPM UGM Sandau Batala, kurang lebih 50 hari di Desa Batakan, Desa Tanjung Dewa, dan Desa Kandangan Lama menjadi bagian dari proses belajar bersama masyarakat. Berbagai pengalaman dan kolaborasi yang terjalin diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa sekaligus menjadi langkah awal bagi keberlanjutan program pemberdayaan dan pengembangan potensi desa di Kecamatan Panyipatan. 

Sumber: Tim Unit KKN-PPM UGM Sandau Batala 2026
Tajukkalimantan.com/elpian

Lebih baru Lebih lama