![]() |
| Helikopter water bombing berupaya memadamkan kebakaran lahan di Petuk Katimpun, Palangka Raya. (ANTARA) |
PALANGKA RAYA, Tajukkalimantan.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus mengoptimalkan dukungan udara dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah.
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menilai dukungan udara menjadi bagian penting, terutama ketika titik kebakaran sulit dijangkau melalui jalur darat.
Hal tersebut disampaikan melalui Kepala Dinas Kehutanan Kalteng Agustan Saining di Palangka Raya, Rabu.
Menurut Agustan, Pemprov Kalteng masih mengandalkan dukungan udara untuk mempercepat proses pemadaman karhutla di berbagai lokasi.
Saat ini terdapat tiga helikopter water bombing bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang masih mendukung operasi pemadaman di lapangan.
Selain itu, terdapat satu helikopter patroli yang digunakan untuk membantu pemantauan kondisi karhutla di wilayah Kalteng.
Berdasarkan data BPBPK Kalteng, dukungan udara juga diperkuat satu unit pesawat Cessna yang dapat dimanfaatkan untuk operasi modifikasi cuaca (OMC) maupun patroli.
Sementara itu, satu helikopter water bombing lainnya masih dalam proses perawatan sehingga belum dapat digunakan untuk mendukung operasi pemadaman.
Dukungan udara telah diterjunkan di sejumlah wilayah yang mengalami karhutla, salah satunya Kecamatan Sebangau Kuala, Kabupaten Pulang Pisau.
{nextPage}
Dalam penanganan karhutla di wilayah tersebut pada 11 Agustus 2026, helikopter water bombing melakukan pemadaman pada area terbakar sekitar empat hektare dengan penggunaan air mencapai 84.000 liter.
Helikopter water bombing juga dikerahkan ke Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, untuk menangani kebakaran dengan luas sekitar empat hektare.
Pada lokasi tersebut, operasi pemadaman dari udara menggunakan sekitar 108.000 liter air sebagai bagian dari upaya mencegah api meluas dan mempercepat penanganan karhutla.
Sumber: Antara Kalteng
.jpg)