Harga Cabai Jadi Sorotan, Pemkab Kapuas Turun Langsung Cek Pasokan di Pasar

Wakil Bupati Kapuas Dodo beserta jajaran melakukan pemantauan harga bahan pokok di Pasar Blok R Kuala Kapuas. (Diskominfosantik Kapuas)


    KUALA KAPUAS, Tajukkalimantan.com - Wakil Bupati Kapuas Dodo bersama jajaran pemerintah daerah turun langsung memantau harga dan ketersediaan bahan pangan di Pasar Blok R, Jalan Anggrek, Kelurahan Selat Tengah.

Pemantauan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut rapat teknis Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terkait kenaikan harga sejumlah komoditas pangan.

Dodo memimpin langsung kunjungan tersebut bersama Sekda Kapuas Usis I Sangkai, Asisten II Setda, Perum Bulog, BPS Kapuas, sejumlah kepala OPD serta tim teknis TPID.


Dalam peninjauan itu, perhatian utama diarahkan pada komoditas cabai yang disebut menjadi salah satu pemicu kenaikan inflasi di Kabupaten Kapuas dalam sekitar dua bulan terakhir.

Dodo bersama rombongan berdialog langsung dengan pedagang untuk mengetahui kondisi harga, ketersediaan dan jalur distribusi cabai di pasar.

Hasil pemantauan menunjukkan pasokan cabai di Kapuas masih tersedia dan dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Bahkan, sebagian pedagang dari Palangka Raya hingga Sampit disebut memperoleh pasokan cabai dari wilayah Kapuas.

Meski stok relatif aman, harga cabai masih mengalami fluktuasi yang cukup tinggi akibat sejumlah kendala di tingkat produksi dan distribusi.

Musim kemarau panjang turut memengaruhi hasil panen, sementara kenaikan biaya bahan bakar dan antrean BBM bersubsidi ikut meningkatkan ongkos pengangkutan komoditas.

{nextPage}

Kondisi tersebut kemudian berpengaruh terhadap biaya distribusi yang pada akhirnya dapat mendorong kenaikan harga bahan pangan di tingkat konsumen.

Pemkab Kapuas berkomitmen mencari solusi bersama pengelola pasar, distributor dan pihak terkait tanpa mengganggu rantai pasokan yang selama ini sudah berjalan.

Dodo berharap pembenahan tata kelola distribusi dapat menekan fluktuasi harga sehingga bahan pangan tetap tersedia dan dapat dijangkau masyarakat dengan harga yang wajar.

Sumber: Antara Kalteng
Lebih baru Lebih lama