![]() |
| Logo Apple di Apple Store di Brooklyn, New York, Amerika Serikat. (REUTERS) |
CUPERTINO, Tajukkalimantan.com - Apple dikabarkan mulai menjajaki kerja sama produksi chip dengan Samsung dan Intel untuk mengurangi ketergantungan terhadap TSMC.
Laporan Bloomberg menyebut Apple telah melakukan pembicaraan tahap awal dengan Intel terkait potensi kerja sama tersebut.
Apple juga dikabarkan mengunjungi fasilitas produksi chip milik Samsung yang sedang dibangun di Texas, Amerika Serikat.
Meski begitu, pembicaraan antara perusahaan-perusahaan tersebut disebut masih berada pada tahap awal.
Selama lebih dari satu dekade, Apple mengandalkan TSMC sebagai pemasok utama chip untuk produk iPhone, iPad, dan Mac.
Namun Apple disebut mulai merasa tidak nyaman jika hanya bergantung pada satu pemasok komponen utama.
CEO Apple Tim Cook sebelumnya juga sempat menyinggung keterbatasan fleksibilitas rantai pasok perusahaan.
Kondisi tersebut diperparah dengan meningkatnya kebutuhan chip global untuk industri kecerdasan buatan.
Saat ini TSMC juga telah memproduksi sebagian chip Apple di fasilitas mereka di Phoenix, Arizona.
Apple bahkan menargetkan sekitar 100 juta chip system-on-chips atau SoC diproduksi di Amerika Serikat pada 2026.
Meski demikian, jumlah produksi tersebut masih jauh lebih kecil dibanding total pengiriman perangkat Apple secara global.
Sepanjang 2025, Apple dilaporkan mengirimkan lebih dari 247 juta unit iPhone ke pasar dunia.
Sebagian besar chip untuk perangkat Apple hingga kini masih diproduksi di Taiwan oleh TSMC.
{nextPage}
Apple juga dikabarkan tetap akan menggunakan teknologi manufaktur TSMC untuk chip A20 dan A20 Pro pada lini iPhone 18.
Sementara chip dari produsen lain kemungkinan baru dipertimbangkan untuk produk Apple pada 2027.
Namun Bloomberg menyebut Apple masih memiliki kekhawatiran terhadap penggunaan teknologi di luar TSMC.
Intel dan Samsung saat ini dinilai masih tertinggal dari TSMC dalam pengembangan teknologi prosesor modern.
Kedua perusahaan tersebut disebut masih menghadapi tantangan dalam memproduksi chip yang lebih kecil dan efisien.
Sumber: Antaranews
.jpg)