![]() |
| Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo. (Prokalteng) |
PALANGKA RAYA, Tajukkalimantan.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat komitmen dalam mencetak sumber daya manusia unggul melalui program pendidikan gratis hingga perguruan tinggi.
Program tersebut juga menyasar masyarakat di wilayah pedalaman agar memperoleh akses pendidikan yang merata.
Tahun ini, Pemprov Kalteng menyiapkan 10 ribu kuota calon mahasiswa baru melalui program Satu Keluarga Satu Sarjana.
Selain itu, pemerintah juga membuka 2 ribu kuota pendidikan vokasi D1 bagi generasi muda di Kalimantan Tengah.
Wakil Gubernur Kalteng H Edy Pratowo mengatakan program tersebut lahir dari kesadaran pentingnya pemerataan pendidikan di seluruh daerah.
Ia menyebut masih terdapat kesenjangan akses pendidikan terutama di wilayah pedalaman Kalimantan Tengah.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memiliki komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Isu ketidakadilan, ketidakmerataan, dan kesenjangan pendidikan menjadi latar belakang kami untuk menghadirkan program-program strategis,” ujarnya.
Menurut Edy, pembangunan sektor pendidikan menjadi prioritas karena Kalteng merupakan daerah yang kaya sumber daya alam.
Ia menilai kekayaan sumber daya alam harus diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia yang kompeten.
“Kalau kita ingin sumber daya alam ini dikelola dengan baik, maka harus didukung sumber daya manusia yang mumpuni. Karena itu pendidikan menjadi kunci,” katanya.
Pemprov Kalteng juga menjalankan program sekolah gratis dan digitalisasi pembelajaran di sejumlah sekolah.
Salah satu upaya yang dilakukan ialah menyediakan papan tulis interaktif untuk mendukung proses belajar mengajar.
Program Satu Keluarga Satu Sarjana ditujukan bagi keluarga kurang mampu terutama di wilayah pedalaman.
Seluruh biaya pendidikan dalam program tersebut ditanggung oleh pemerintah provinsi.
Tak hanya pendidikan akademik, Pemprov Kalteng juga membuka pendidikan vokasi D1 untuk mencetak tenaga kerja terampil.
{nextPage}
“Semua biaya ditanggung pemerintah provinsi. Sasaran utamanya adalah masyarakat kurang mampu dan anak-anak dari daerah pedalaman agar mereka memiliki kesempatan yang sama untuk menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi,” tegasnya.
Pemprov Kalteng berharap perluasan akses pendidikan dapat melahirkan generasi muda yang memiliki daya saing dan kompetensi tinggi.
Pemerintah juga ingin memastikan tidak ada anak di Kalimantan Tengah yang tertinggal karena keterbatasan ekonomi maupun akses pendidikan.
“Kami ingin anak-anak di Kalimantan Tengah, terutama di pedalaman, memiliki kesempatan yang sama untuk maju. Pendidikan adalah fondasi utama untuk menjawab tantangan masa depan,” pungkasnya.
Sumber: Prokalteng
.jpg)