![]() |
| Ilustrasi. Banjir akibat hujan deras merobohkan penyeberangan di Wae Musur Hilir, NTT, memutus akses tiga desa. (Istockphoto) |
MANGGARAI TIMUR, Tajukkalimantan.com - Banjir akibat hujan deras merusak penyeberangan atau crossway di kawasan Wae Musur Hilir, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, Rabu (13/5) pagi.
Kerusakan tersebut membuat akses utama menuju tiga desa di wilayah itu terputus total.
Warga setempat, Teo Pamput, mengatakan hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan hulu sejak Selasa malam hingga Rabu dini hari.
Debit air yang terus meningkat kemudian mengalir deras ke hilir dan menghantam bangunan penyeberangan hingga roboh.
Akibat kejadian itu, akses keluar masuk Desa Satar Lenda, Desa Lidi, dan Desa Bea Ngencung lumpuh total.
Warga kini tidak dapat melakukan perjalanan menuju Borong maupun Ruteng yang menjadi pusat aktivitas ekonomi dan pelayanan masyarakat.
Teo menyebut crossway tersebut sangat penting karena menjadi jalur utama warga untuk kebutuhan kesehatan, perdagangan, dan administrasi.
Sebelum penyeberangan dibangun, masyarakat harus menyeberangi sungai berarus deras dengan risiko yang cukup tinggi.
{nextPage}
Wakil Bupati Manggarai Timur, Tarsisius Syukur bersama jajaran pemerintah daerah telah meninjau langsung lokasi kerusakan.
Pemerintah daerah memastikan kondisi penyeberangan mengalami kerusakan berat dan belum dapat diperbaiki karena debit air masih tinggi.
Pemkab Manggarai Timur berjanji akan segera melakukan penanganan setelah kondisi sungai mulai aman untuk proses perbaikan.
Sumber: CNN Indonesia
.jpg)