![]() |
| Ilustrasi. Perang suku pecah di Wamena, Papua Pegunungan, menewaskan belasan orang. (Foto ANTARA) |
WAMENA, Tajukkalimantan.com - Konflik antarsuku di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, menewaskan sedikitnya 13 orang hingga Minggu.
Kasi Humas Polres Jayawijaya, Ipda Efendi Al Husaini, mengatakan 19 orang lainnya turut mengalami luka-luka akibat bentrokan tersebut.
Dari jumlah korban luka, tiga orang dilaporkan mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan di RSUD Wamena.
Ratusan warga juga terpaksa meninggalkan rumah mereka untuk mengungsi demi menghindari situasi yang semakin memanas.
Data sementara mencatat jumlah pengungsi mencapai 789 orang yang terdiri dari anak-anak, lansia, pria, dan perempuan.
Pihak kepolisian masih melakukan pendataan terhadap bangunan warga yang rusak maupun terbakar saat bentrokan berlangsung.
Bentrok melibatkan kelompok Suku Pirime dari Lanny dan Suku Kurima dari Woma yang terjadi sejak Kamis lalu.
Dalam bentrokan itu, kedua kelompok disebut menggunakan senjata tajam dan panah tradisional.
{nextPage}
Kapolda Papua Irjen Patrige R Renwarin menyebut konflik dipicu persoalan denda adat terkait kecelakaan lalu lintas pada 2024 lalu.
Situasi semakin memburuk setelah proses mediasi antar kedua kelompok tidak menemukan titik kesepakatan.
Selain itu, robohnya jembatan gantung di Kali UE turut memperparah kondisi karena menyebabkan sejumlah warga hanyut dan hilang.
Aparat keamanan hingga kini masih bersiaga di sejumlah titik untuk mengantisipasi bentrokan susulan.
Sumber: CNN Indonesia
.jpg)