DPRD Kalsel Fokus Perkuat Pertanian Lewat Penyediaan Benih Padi Berkualitas

Rombongan Komisi II DPRD Kalsel saat berkunjung ke PT Sang Hyang Seri di Jakarta. (ANTARA)


    BANJARMASIN, Tajukkalimantan.com - Komisi II DPRD Kalimantan Selatan terus mendorong penguatan ekonomi daerah melalui pengembangan sektor pertanian berkelanjutan dengan memastikan ketersediaan benih padi berkualitas bagi petani.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Suripno Sumas mengatakan pihaknya melakukan kunjungan ke PT Sang Hyang Seri guna memastikan kesiapan penyediaan benih unggul untuk mendukung ketahanan pangan daerah.

Menurut Suripno, keberadaan benih berkualitas menjadi faktor penting dalam meningkatkan hasil produksi pertanian sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat di Kalimantan Selatan.

Kunjungan tersebut dilakukan bersama Wakil Ketua DPRD Kalsel Kartoyo dan jajaran Dinas Pertanian Kalsel yang diterima langsung Direktur PT Sang Hyang Seri Adhi Cahyono Nugroho.


Dalam pertemuan itu, Kartoyo menegaskan DPRD ingin memastikan benih padi yang disediakan PT Sang Hyang Seri memiliki kualitas unggul dan tersedia secara berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan petani di Banua.

Ia menjelaskan penyediaan benih berkualitas tidak dapat dilakukan secara instan karena memerlukan proses hingga dua tahun agar benih siap tanam dan memiliki sertifikasi resmi.

Kartoyo juga menyebut Kalimantan Selatan saat ini telah memiliki fasilitas penunjang pengolahan benih seperti mesin pemrosesan dan gudang penyimpanan yang berada di Kabupaten Tanah Laut dan Hulu Sungai Selatan.

Menurutnya, penguatan sektor pertanian menjadi langkah strategis karena ketergantungan daerah terhadap sektor pertambangan batu bara perlahan mulai berkurang.

Ia mengungkapkan produksi padi Kalimantan Selatan pada tahun ini mencapai sekitar 1.179.000 ton dengan nilai ekonomi diperkirakan mencapai Rp7,7 triliun.

{nextPage}

Nilai tersebut disebut menjadi salah satu sumber pendapatan besar daerah dan menempatkan sektor pertanian sebagai penopang ekonomi penting setelah sektor batu bara.

Sementara itu, Kepala Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kalsel Zainal Arifin mengatakan keberhasilan Kalsel sebagai salah satu lumbung padi nasional tidak terlepas dari ketersediaan benih unggul dan bersertifikat.

Ia menyebut produksi padi Kalsel pada 2025 berhasil menembus lebih dari satu juta ton dan menempatkan provinsi tersebut di posisi ke-12 nasional.


Menurut Zainal, pencapaian tersebut tidak mungkin diraih tanpa dukungan benih berkualitas yang menjadi faktor utama keberhasilan produksi pertanian.

Ia juga menjelaskan saat ini terdapat sekitar 249 penangkar benih di Kalimantan Selatan yang sebagian besar berada di wilayah pedesaan.

Keberadaan penangkar benih tersebut dinilai mampu memberikan dampak ekonomi besar karena turut menciptakan usaha produktif dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat desa.

{nextPage}

Zainal menyebut kebutuhan benih untuk produksi padi di Kalimantan Selatan mencapai sekitar Rp134 miliar yang perputarannya sebagian besar terjadi di desa-desa.

Ia menambahkan kualitas benih berkontribusi hingga sekitar 50 persen terhadap keberhasilan hasil produksi pertanian yang diperoleh petani.

Karena itu, kolaborasi antara DPRD, Dinas Pertanian, dan PT Sang Hyang Seri dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan program swasembada pangan di Kalimantan Selatan.

Pihak PT Sang Hyang Seri juga menyatakan siap memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk mendukung peningkatan produksi pertanian dan ketahanan pangan daerah.

Sumber: Antara Kalsel
Lebih baru Lebih lama