SURABAYA, Tajukkalimantan.com – Kasus dugaan pencabulan yang dilakukan seorang guru ngaji di Surabaya viral di media sosial setelah video interogasi tersangka beredar luas di media sosial.
Dalam video yang diunggah Kapolrestabes Surabaya, Luthfie Sulistiawan di media sosialnya @luthfie.daily. Tersangka seorang ustaz berinisial MZ (22) tampak menjalani pemeriksaan.
Tersangka diketahui telah ditetapkan sebagai pelaku pencabulan terhadap tujuh santri laki-laki di sebuah pesantren kawasan Genteng Kali, Surabaya.
Video interogasi tersebut menyita perhatian publik karena pengakuan tersangka yang dinilai mengejutkan.
MZ mengaku perbuatannya dipicu karena sering menonton film pornografi hingga muncul dorongan nafsu sesaat.
“Tiba-tiba muncul nafsu karena keseringan nonton film porno,” ujar tersangka dalam video tersebut.
Dalam video tersebut, pengakuan tersangka juga mengaku lebih memilih melampiaskan perbuatannya kepada anak laki-laki karena takut berzina jika berhubungan dengan perempuan.
Polisi mengungkap aksi pencabulan diduga dilakukan sejak tahun 2025 hingga 2026.
Perbuatan tersebut disebut kerap dilakukan saat para korban sedang tidur di kamar asrama pesantren.
Kasus ini terungkap setelah salah satu korban memberanikan diri melapor ke polisi.
Setelah laporan pertama masuk, korban lain yang mengalami tindakan serupa turut memberikan keterangan.
Polisi juga memastikan proses hukum terhadap tersangka akan dilakukan secara tegas.
Selain itu, hingga kini pihaknya juga terus dilakukan pendalaman serta pendampingan terhadap para korban. (Berbagai Sumber)
https://www.instagram.com/reel/DYGJ-VMyns9/?igsh=MXF5OTVmMW81MmFxZg==
Tajukkalimantan.com/Ilham
Editor: Elpian
