![]() |
| Kecelakaan maut bus ALS di Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Karang Jaya. (Arsip Polres Musi Rawas Utara) |
MURATARA, Tajukkalimantan.com - Kecelakaan maut antara bus ALS dan truk tangki pengangkut BBM terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, Rabu sekitar pukul 12.00 WIB.
Insiden tersebut menyebabkan 16 orang meninggal dunia setelah kendaraan terbakar pasca tabrakan.
Selain korban tewas, tiga orang dilaporkan mengalami luka berat dan satu korban lainnya mengalami luka ringan.
Polisi menyebut sopir bus ALS turut menjadi korban meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut.
Sementara kernet bus ALS selamat setelah terlempar keluar dari kendaraan saat insiden terjadi.
“Untuk dari bus ada korban 14 terbakar, satu sopir bus, kemudian 13 penumpang, untuk kernet mengalami luka ringan karena pada saat kecelakaan terlempar keluar,” kata Kapolres Muratara AKBP Rendy Surya Aditama.
BACA JUGA: Viral! Bersenjata Tajam, Kelompok Pemuda di Banjarmasin Terlibat Tawuran dan Diamankan Polisi
Dua korban meninggal lainnya diketahui merupakan sopir dan kernet truk tangki pengangkut BBM.
Keduanya meninggal dunia akibat kobaran api yang muncul setelah kecelakaan terjadi.
Polisi menduga kecelakaan bermula saat bus ALS berusaha menghindari lubang di jalan.
Bus yang melaju dari arah Lubuklinggau menuju Jambi diduga mengambil jalur kanan hingga menabrak truk tangki dari arah berlawanan.
“Untuk saat ini sementara kejadian tersebut diduga mobil ALS menghindari lubang dan membelokkan mobil ke kanan dari arah Lubuklinggau menuju ke Jambi sehingga menabrak mobil tangki dari arah Jambi menuju ke arah Lubuklinggau,” ujar Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Nandang Mu'min Wijaya.
Meski demikian, polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Tim gabungan dari Ditlantas, laboratorium forensik, TAA Laka dan Jasa Raharja telah diterjunkan ke lokasi kejadian.
Dalam proses penyelidikan, pihak kepolisian juga memeriksa kernet bus ALS sebagai saksi.
Kernet tersebut saat ini masih berada di Satlantas untuk dimintai keterangan terkait kronologi kecelakaan.
{nextPage}
Polda Sumsel juga membuka posko Disaster Victim Identification atau DVI di RSUD Lubuklinggau.
Posko tersebut disiapkan untuk membantu proses identifikasi korban dan pengambilan jenazah oleh pihak keluarga.
Sementara itu, tiga korban luka berat saat ini menjalani perawatan intensif di RSUD Rupit.
Petugas medis menyebut para korban mengalami luka bakar serius dengan kondisi mencapai 80 hingga 99 persen.
“Untuk yang dua korban itu hampir 80 persen, yang satu korban 99 persen,” kata Kasi Pelayanan Medis dan Keperawatan RSUD Rupit Riska Dwi Julianti.
Ia menjelaskan satu korban dirawat menggunakan ventilator di ruang ICU karena mengalami trauma inhalasi akibat kebakaran.
Sumber: CNN Indonesia
.jpg)