BANJARMASIN, Tajukkalimantan.com – Aksi tawuran antar kelompok pemuda yang sempat viral di media sosial akhirnya berhasil diungkap aparat kepolisian.
Sebanyak delapan orang pemuda diamankan terkait aksi tawuran yang terjadi di Jalan Pangeran Hidayatullah, tepatnya di kawasan Jembatan Pengambangan, Banjarmasin Timur, pada Sabtu (4/4/2026) dini hari.
Plh Kapolresta Banjarmasin, Timbul Siregar mengungkapkan bahwa pihaknya telah bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat dan video yang beredar luas di media sosial. Hingga dari hasil penindakan, petugas berhasil mengamankan delapan orang pemuda.
“Dari total delapan pelaku, tujuh di antaranya masih berstatus anak di bawah umur,” ujar Timbul Siregar saat konferensi pers di Mapolresta Banjarmasin, Selasa (5/5/2026), didampingi Wakapolresta AKBP Arwin Amrih Wientama dan Kasat Reskrim Kompol Eru Alsepa.
Dari hasil pemeriksaan, diketahui motif para pelaku yakni berkeliling seputar kota sambil membawa senjata tajam untuk mencari kelompok lain dan melakukan tawuran.
“Mereka berkeliling di seputaran Kota Banjarmasin dengan tujuan mencari lawan untuk tawuran,” jelasnya.
Selain itu, petugas juga mendapati rencana pelaku yang secara berkelompok dan terorganisir. Para pelaku diketahui secara bersapakat berjanji bertemu melalui DM Instagram.
Setelah melakukan penyelidikan mendalam, tim gabungan dari Opsnal Polsek Banjarmasin Timur, Macan Resta Banjarmasin, dan Macan Kalsel berhasil mengamankan para pelaku di berbagai lokasi, baik di luar maupun di kediaman masing-masing.
Sebagian besar pelaku diketahui berasal dari wilayah Banjarmasin Timur, Selatan, dan Utara.
Kedelapan pelaku yang diamankan masing-masing berinisial R (15), F (17), A (17), R (17), I (16), M (27), SR (17), dan F (18). Mereka tergabung dalam sejumlah kelompok yang menamakan diri CIHUYMISTER, DAHLIARAYA, SUPERBOYS, dan TIMURMISTERY.
Polisi juga masih melakukan pengembangan terkait asal-usul senjata tajam yang digunakan, termasuk kemungkinan adanya pihak yang memproduksi atau memasok senjata tersebut.
Kapolresta juga mengimbau peran aktif orang tua dalam mengawasi aktivitas anak-anak mereka guna mencegah keterlibatan dalam tindakan kriminal.
“Kami terus meningkatkan patroli rutin, namun pengawasan dari orang tua sangat diperlukan agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.
Tajukkalimantan.com/Ilham
Editor: Elpian
