Pemerintah Percepat Investasi dan Kredit Usaha Demi Kejar Pertumbuhan 8 Persen

 

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan strategi pemerintah dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional pada Jogja Financial Festival 2026. (Humas Kemenkeu RI)


YOGYAKARTA, Tajukkalimantan.com –
Pemerintah terus memperkuat strategi pertumbuhan ekonomi nasional dengan mengandalkan dua mesin utama, yakni belanja pemerintah dan akselerasi sektor swasta.

Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan likuiditas perbankan dan dorongan penyaluran kredit ke sektor produktif agar roda ekonomi bergerak lebih cepat dan merata.

Hal itu disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam kegiatan Jogja Financial Festival, Jumat (22/5/2026).

“Selain belanja pemerintah, kita pastikan uang di perekonomian cukup. Sehingga perbankan kita paksa untuk bekerja, menyalurkan uang yang di perbankan sehingga masuk ke perekonomian,” ujar Menkeu.

Menurutnya, pemerintah ingin memastikan sektor swasta kembali tumbuh kuat dan menjadi motor penggerak ekonomi nasional bersama pemerintah.

“Sekarang mesin ekonomi kita sudah mulai bergerak dua-duanya. Mesin pemerintah dan mesin sektor swasta,” lanjutnya.

Menkeu menjelaskan target pertumbuhan ekonomi 8 persen memang cukup tinggi, namun dinilai tetap realistis apabila sektor usaha mendapat dukungan likuiditas, kemudahan investasi, dan akses pembiayaan yang kompetitif.

Salah satu langkah yang ditempuh pemerintah yakni memindahkan dana sebesar Rp200 triliun dari Bank Indonesia ke sistem perbankan nasional guna memperkuat kemampuan penyaluran kredit kepada dunia usaha.

“Pertama saya pastikan swasta bisa tumbuh dengan kecukupan uang di sektor finansial,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Program Pemerintah untuk Mendukung Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi yang melibatkan lintas kementerian dan lembaga.

Satgas tersebut bertugas mengatasi berbagai hambatan investasi, termasuk persoalan perizinan dan koordinasi antarinstansi agar proyek-proyek strategis dapat berjalan lebih cepat.

Purbaya menambahkan, pemerintah juga menyiapkan skema pembiayaan berbunga rendah bagi perusahaan berorientasi ekspor melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia dan PT Sarana Multi Infrastruktur.

Menurutnya, fasilitas pembiayaan tersebut akan diberikan dengan bunga sekitar 5 hingga 6 persen guna meningkatkan daya saing sektor usaha nasional.

“Dari situ masyarakat atau businessman bisa melihat betapa serius kita memperbaiki ekonomi investasi,” pungkasnya.

Sumber: Kemenkeu RI
Tajukkalimantan.com/Ilham

Lebih baru Lebih lama