![]() |
| Arsip foto - Kapal minyak melewati Selat Hormuz tampak di Oman. (ANTARA) |
JAKARTA, Tajukkalimantan.com - Iran dilaporkan mulai mengurangi produksi minyak di tengah tekanan blokade yang disebut dilakukan oleh Amerika Serikat.
Laporan Bloomberg menyebutkan langkah tersebut diambil sebagai strategi untuk menghindari kelebihan kapasitas penyimpanan minyak.
Pengurangan produksi dilakukan dengan menutup sebagian sumur minyak agar tidak terjadi penumpukan yang berisiko pada infrastruktur penyimpanan.
Meski demikian, para insinyur Iran dikabarkan mampu menghentikan sementara produksi tanpa menimbulkan kerusakan signifikan pada fasilitas minyak.
Kebijakan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik setelah konflik antara Iran dan sekutunya dengan Amerika Serikat serta Israel.
Sebelumnya, serangan militer dilaporkan terjadi pada akhir Februari dan memicu eskalasi yang menewaskan ribuan korban.
Namun, kedua pihak kemudian menyepakati gencatan senjata sejak 8 April dan melanjutkan proses negosiasi yang dimediasi di Islamabad, Pakistan.
{nextPage}
Pada perkembangan terbaru, Presiden Donald Trump menyampaikan bahwa permusuhan dengan Iran telah berakhir.
Meski demikian, ia menegaskan pasukan Amerika Serikat masih akan tetap berada di kawasan untuk mengantisipasi potensi ancaman lanjutan.
Situasi ini menunjukkan bahwa dinamika energi global masih sangat dipengaruhi oleh faktor geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
.jpg)