![]() |
| Arsip foto - Kapal-kapal dagang dan tanker minyak bersiap melintasi Selat Hormuz, di Teluk Oman. (ANTARA) |
TEHERAN, Tajukkalimantan.com - Iran menyatakan akan menutup Selat Hormuz sebagai respons atas dugaan pelanggaran kesepakatan damai oleh Amerika Serikat.
Pernyataan tersebut disampaikan militer Iran di tengah berlanjutnya ketegangan kawasan serta konflik yang masih terjadi di Lebanon.
Pihak militer menilai Washington gagal menjalankan komitmen dalam memorandum perdamaian yang sebelumnya telah disepakati.
Menurut Iran, poin utama dalam kesepakatan itu adalah pelaksanaan gencatan senjata di seluruh wilayah konflik tanpa pengecualian.
Lebanon disebut menjadi salah satu wilayah yang seharusnya memperoleh perlindungan melalui implementasi kesepakatan tersebut.
Markas Besar Pusat Khatam Al-Anbiya menuding Amerika Serikat tidak menjalankan klausul pertama dalam nota kesepahaman yang telah disepakati.
Iran juga menilai Israel masih terus melakukan pelanggaran gencatan senjata di wilayah selatan Lebanon.
Kondisi tersebut disebut menjadi alasan utama diambilnya langkah tegas oleh otoritas militer Iran.
Melalui pernyataan resmi yang disiarkan media nasional Iran, penutupan Selat Hormuz diumumkan sebagai bentuk respons langsung.
{nextPage}
Langkah itu dinilai sebagai upaya untuk memberikan tekanan terhadap pihak-pihak yang dianggap mengabaikan isi kesepakatan damai.
Khatam Al-Anbiya memperingatkan bahwa tindakan lanjutan dapat dilakukan apabila serangan Israel terhadap Lebanon terus berlanjut.
Iran menegaskan akan mengambil langkah tambahan guna mendorong pelaksanaan kewajiban yang tercantum dalam perjanjian perdamaian tersebut.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
.jpg)