Iran dan Prancis Soroti Keamanan Jalur Pelayaran Strategis Selat Hormuz

Ilustrasi Selat Hormuz. (Anadolu)


    TEHERAN, Tajukkalimantan.com - Pemerintah Iran dan Prancis menggelar pembicaraan tingkat menteri untuk membahas keamanan navigasi di Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur perdagangan paling vital di dunia.

Pembahasan tersebut berlangsung melalui percakapan telepon antara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot.

Dialog kedua pejabat itu dilakukan di tengah meningkatnya perhatian internasional terhadap keamanan pelayaran di kawasan Teluk setelah muncul wacana misi pembersihan ranjau di Selat Hormuz.

Dalam pembicaraan tersebut, kedua pihak menekankan pentingnya menjaga kebebasan dan keamanan navigasi sesuai ketentuan hukum internasional.


Iran dan Prancis juga sepakat bahwa stabilitas di Selat Hormuz memiliki peran penting bagi kelancaran perdagangan global dan perdamaian kawasan.

Sebelumnya, Iran menegaskan bahwa pihaknya tidak memerlukan keterlibatan negara-negara di luar kawasan untuk memulihkan aktivitas pelayaran di jalur strategis tersebut.

Pembahasan mengenai Selat Hormuz berlangsung setelah Iran dan Amerika Serikat mencapai kesepahaman terkait penghentian konflik militer yang berlangsung sejak akhir Februari 2026.

Kesepakatan itu mencakup pengaturan penghentian sejumlah aktivitas militer serta langkah-langkah pemulihan akses pelayaran Iran di kawasan Teluk.

Nota kesepahaman yang ditandatangani kedua negara juga memuat komitmen untuk melanjutkan pembahasan mengenai isu program nuklir Iran dalam perundingan terpisah.

{nextPage}

Dalam proses lanjutan tersebut, Iran dan Amerika Serikat diperkirakan akan mengadakan pembicaraan lebih lanjut dalam waktu sekitar 60 hari ke depan.

Bagi Teheran, salah satu hasil yang diharapkan dari perundingan tersebut adalah pencabutan berbagai sanksi yang selama ini masih diberlakukan.

Perkembangan diplomatik ini dinilai menjadi bagian penting dari upaya menjaga stabilitas kawasan sekaligus memastikan kelancaran arus perdagangan internasional yang melintasi Selat Hormuz.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Lebih baru Lebih lama