![]() |
| Tangkapan layar- Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangam Bencana (BNPB) Abdul Muhari. (ANTARA) |
JAKARTA, Tajukkalimantan.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan tidak terjadi tsunami setelah gempa bumi magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Palu, Sulawesi Tengah.
Kepastian tersebut disampaikan BNPB untuk meluruskan informasi keliru yang beredar di masyarakat terkait ancaman gelombang laut pascagempa.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada kabar bohong yang tersebar melalui media sosial.
Menurutnya, gempa utama berkekuatan magnitudo 6,7 terjadi pada 16 Juni 2026 pukul 10.27 WIB dengan pusat gempa berada di daratan dan berkedalaman dangkal.
BNPB menjelaskan posisi gempa yang jauh dari wilayah pesisir membuat aktivitas seismik tersebut tidak memiliki potensi untuk memicu tsunami.
Penegasan ini disampaikan setelah beredarnya sejumlah video amatir yang memperlihatkan kondisi air laut surut di kawasan Teluk Palu dan beberapa lokasi lainnya.
Video tersebut sempat menimbulkan kepanikan karena dikaitkan dengan kemungkinan terjadinya tsunami setelah gempa bumi.
Abdul Muhari menegaskan surutnya air laut yang terlihat dalam rekaman itu merupakan fenomena pasang surut astronomis yang biasa terjadi secara alami.
Fenomena tersebut disebut tidak memiliki hubungan sebab akibat dengan aktivitas gempa yang terjadi di wilayah daratan Sulawesi Tengah.
{nextPage}
Sementara itu, BMKG melaporkan pusat gempa berada pada koordinat 1,13 Lintang Selatan dan 120,23 Bujur Timur atau sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu.
Getaran gempa juga dirasakan di sejumlah daerah lain seperti Kabupaten Poso dan Parigi Moutong dengan intensitas yang bervariasi.
Hingga Rabu siang, BMKG mencatat telah terjadi 118 gempa susulan dengan kecenderungan magnitudo yang terus melemah, sementara masyarakat diminta tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari BMKG maupun BNPB.
Sumber: Antaranews
%20Abdul%20Muhari.%20(ANTARA).jpg)