Volume Lumpur Lapindo Naik, PPLS Percepat Peninggian Tanggul Cegah Luapan

Volume air lumpur Lapindo di Sidoarjo meningkat, memaksa PPLS meninggikan tanggul. (ANTARA FOTO)


    SIDOARJO, Tajukkalimantan.com - Volume air dan lumpur Lapindo di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, dilaporkan terus mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi tersebut membuat Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) melakukan peninggian tanggul penahan pada salah satu titik yang dinilai rawan meluap.

Pekerjaan darurat dilakukan di titik 71 yang berada di perbatasan Kelurahan Siring, Kecamatan Porong, dan Kelurahan Ketapang Keres, Kecamatan Tanggulangin.

Sejumlah alat berat diterjunkan untuk memperkuat tanggul dan menambah ketinggian penahan lumpur di kawasan tersebut.


Warga setempat menyebut aktivitas peninggian tanggul telah berlangsung sejak akhir pekan lalu dan masih berlanjut hingga saat ini.

Peningkatan volume lumpur disebut terjadi karena material tidak lagi dialirkan ke luar area tanggul sehingga terus menumpuk di kolam penampungan.

Akibatnya, permukaan air dan lumpur kini dilaporkan telah melampaui bibir tanggul lama yang sebelumnya menjadi batas penahanan.

Warga khawatir kondisi tersebut dapat mengancam infrastruktur penting apabila kenaikan volume lumpur terus berlanjut tanpa penanganan yang memadai.

Jalur rel kereta api serta Jalan Raya Porong menjadi fasilitas vital yang dinilai berpotensi terdampak jika terjadi luapan.

{nextPage}

Selain mencegah limpasan ke permukiman dan jalan, peninggian tanggul juga dilakukan untuk menjaga stabilitas kawasan sekitar semburan lumpur.

Namun, sebagian warga mengaku khawatir terhadap metode pengambilan tanah yang digunakan untuk proyek peninggian tanggul karena berada dekat dengan struktur tanggul lama.

Semburan Lumpur Lapindo sendiri telah berlangsung sejak 29 Mei 2006 dan menjadi salah satu bencana lingkungan terbesar di Indonesia yang berdampak pada ribuan keluarga di Sidoarjo.

Sumber: CNN Indonesia
Lebih baru Lebih lama