![]() |
| Aksi dan konsolidasi akbar di halaman Kampus Haur Batu oleh Mahasiswa Universitas Sapta Mandiri. (Tajukkalimantan.com/Fendy) |
PARINGIN, Tajukkalimantan.com – Puluhan mahasiswa Universitas Sapta Mandiri (USM) menggelar aksi dan konsolidasi akbar di halaman Kampus Haur Batu, Sabtu (20/6/2026).
Aksi tersebut menjadi tempat bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi terkait sejumlah persoalan yang dinilai memengaruhi kualitas layanan pendidikan di lingkungan kampus serta menyangkut hak-hak mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan.
Dalam kesempatan itu, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya penyelesaian tunggakan gaji dosen dan tenaga kependidikan, peningkatan sarana dan prasarana pembelajaran, serta transparansi rincian biaya UKT bagi penerima Program Beasiswa Seribu Sarjana.
Menanggapi aspirasi tersebut, Rektor Universitas Sapta Mandiri, Abdul Hamid, mengawali penyampaiannya dengan menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh mahasiswa.
BACA JUGA: Polres dan Disperindag Balangan Sidak Distribusi LPG 3 Kg, Telusuri Penyebab Harga Tembus Rp40 Ribu
"Sekalian para mahasiswa yang saya hormati, yang pertama saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada kalian semua. Itu harus saya lakukan sebagai tanggung jawab moral saya," ujarnya.
Ia mengatakan berbagai persoalan yang disampaikan mahasiswa akan menjadi perhatian pihak kampus. Salah satunya terkait pelaksanaan perkuliahan di kelas cabang yang akan menerapkan sistem hybrid mulai semester depan.
Menurutnya, mahasiswa nantinya akan mendapat jadwal perkuliahan tatap muka dan daring secara bergantian, termasuk difasilitasi saat mengikuti ujian di kampus utama.
"Insyaallah untuk persiapan semester depan akan kami rapatkan di semester depan, termasuk kelas-kelas cabang yang lain, juga akan kita terapkan mode hybrid. Yang paling penting hak-hak mereka tentang pendidikan harus terakomodasi dengan baik," katanya.
Selain itu, Abdul Hamid memastikan berbagai persoalan lain yang menjadi keluhan mahasiswa, seperti keamanan lingkungan kampus hingga peningkatan fasilitas pembelajaran, akan segera dievaluasi.
"Saya pastikan saya akan tanda tangani dan saya pastikan ini akan saya kawal sampai tuntas. Sebelum batas waktu yang diberikan oleh mahasiswa, akan kami selesaikan. Secara berkala juga akan saya sampaikan perkembangannya kepada BEM Universitas maupun pihak lain yang membutuhkan informasi tersebut," tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya terbuka terhadap kritik maupun saran dari mahasiswa demi perbaikan kampus ke depan.
{nextPage}
"Apapun yang menjadi masukan kalian, sampaikan kepada saya. Saya tidak anti kritik. Mudah-mudahan ini menjadi evaluasi besar bagi kami dalam memperbaiki segala hal, baik bagaimana kami memperlakukan mahasiswa, memperkuat para dosen, tenaga kependidikan, maupun untuk pengembangan kampus ke depan," jelasnya.
Sebagai tindak lanjut atas tuntutan yang disampaikan mahasiswa, pimpinan universitas dan pihak yayasan kemudian menandatangani nota kesepakatan bersama mahasiswa.
Melalui kesepakatan tersebut, pihak universitas dan yayasan berkomitmen menyelesaikan tunggakan gaji dosen dan tenaga kependidikan paling lambat 4 Juli 2026 atau dua minggu sejak pelaksanaan aksi.
Selain itu, kedua belah pihak juga sepakat melakukan perbaikan dan pemenuhan sarana serta prasarana penunjang proses pembelajaran di lingkungan Universitas Sapta Mandiri.
Sebagai bentuk transparansi kepada mahasiswa, pihak universitas dan yayasan juga akan menyampaikan rincian biaya UKT bagi penerima Program Beasiswa Seribu Sarjana.
{nextPage}
Dalam nota kesepakatan itu juga disebutkan, apabila pihak universitas maupun yayasan tidak merealisasikan seluruh poin yang telah disepakati hingga 4 Juli 2026, mahasiswa akan kembali menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar.
(Tajukkalimantan.com/Fendy)
.jpg)