Perundingan Iran-AS Tetap Berjalan Meski Dibayangi Ancaman Trump

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeli Baghaei. (ANTARA)


    TEHERAN, Tajukkalimantan.com - Iran menegaskan dialog dengan Amerika Serikat di Swiss tetap berlanjut meskipun muncul ancaman dari Presiden Donald Trump.

Pernyataan tersebut disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeli Baghaei, pada Senin.

Menurut Baghaei, ancaman Trump tidak sampai menghentikan proses perundingan yang sedang berlangsung.

Pembicaraan teknis antara Iran dan AS digelar di resor Burgenstock, Swiss, pada Minggu.


Pakistan dan Qatar turut berperan sebagai mediator dalam pertemuan tersebut.

Pada hari yang sama, Trump mengunggah peringatan di Truth Social yang ditujukan kepada Iran.

Ia mengancam akan kembali menyerang Iran jika Teheran tidak mengendalikan sekutunya di Lebanon.

Laporan media sempat menyebut delegasi Iran meninggalkan ruang perundingan setelah ancaman itu muncul.

Baghaei menjelaskan informasi mengenai ancaman Trump diterima saat delegasi Iran sedang melakukan konsultasi internal.

Situasi tersebut membuat delegasi Iran menyatakan tidak akan mengikuti pertemuan empat pihak untuk sementara waktu.

{nextPage}

Meski demikian, komunikasi tetap berjalan melalui para mediator yang terus bertukar pesan antarpihak.

Wakil Presiden AS JD Vance juga menyebut delegasi Iran tidak benar-benar meninggalkan proses perundingan.

Iran dan AS sebelumnya dilaporkan telah menandatangani memorandum yang mengatur penghentian konflik serta pemulihan pelayaran di Selat Hormuz.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Lebih baru Lebih lama