![]() |
| Polresta Banjarmasin bersama kelompok tani melakukan panen jagung pipil di lahan rawa basah Jalan Gubernur Syarkawi KM 5, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar. |
KABUPATEN BANJAR, Tajukkalimantan.com – Polresta Banjarmasin bersama kelompok tani mulai melakukan panen jagung pipil di lahan rawa basah Jalan Gubernur Syarkawi KM 5, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Sabtu (13/6/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan tidur menjadi kawasan pertanian produktif.
Pelaksana Harian (Plh) Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Timbul R.K. Siregar melalui Kasi Humas Polresta Banjarmasin, Ipda Adi Harry Sucahyo mengatakan panen perdana dilakukan di lahan seluas 3 hektar dari total 5 hektar yang ditanami jagung sejak 9 Maret 2026 lalu.
"Hari ini kami mulai panen jagung di lahan 3 hektar, dari 5 hektar yang kita tanam sejak 9 Maret 2026 lalu," ujarnya.
Adi menjelaskan proses panen dilakukan secara manual dan bertahap karena kondisi lahan yang masih berupa rawa basah dan cukup lembek. Oleh karena itu, seluruh proses panen diperkirakan memerlukan waktu sekitar satu minggu hingga selesai.
"Perkiraan panen selesai sekitar satu minggu ke depan," katanya.
Ia menambahkan, panen dilakukan lebih awal sekitar dua minggu dari jadwal yang direncanakan. Keputusan tersebut diambil setelah tanaman jagung sempat mengalami serangan hama ulat yang berpotensi memengaruhi hasil panen apabila dibiarkan terlalu lama di lahan.
"Karena hama ulat kemarin jadi kita percepat waktu panennya. Alhamdulillah untuk hasil keseluruhan diperkirakan kurang lebih 5 ton," ungkapnya.
Meski menghadapi tantangan serangan hama, hasil panen yang diperoleh tetap dinilai cukup baik dan menjadi bukti keberhasilan pemanfaatan lahan rawa untuk sektor pertanian produktif.
Program penanaman jagung di lahan rawa basah ini merupakan inisiatif Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan sebagai upaya mengoptimalkan lahan tidur menjadi kawasan agraris yang produktif sekaligus mendukung program kemandirian pangan nasional.
Melalui program tersebut, diharapkan pemanfaatan lahan rawa dapat terus dikembangkan sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan kelompok tani di Kalimantan Selatan.
Tajukkalimantan.com/Ilham
Editor: Elpian
