![]() |
| Ilustrasi warga kembali ke rumah mereka di Lebanon Selatan. (Anadolu) |
BEIRUT, Tajukkalimantan.com - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan hampir 50.000 warga telah kembali ke rumah mereka di wilayah Lebanon selatan setelah kondisi keamanan mulai menunjukkan perbaikan.
Meski demikian, ribuan warga lainnya masih belum dapat kembali karena sejumlah kendala yang masih dihadapi di daerah terdampak konflik.
Juru Bicara PBB Stephane Dujarric menyampaikan bahwa data dari Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mencatat kepulangan warga terutama terjadi di Provinsi Nabatieh dan Lebanon Selatan.
Di sisi lain, lebih dari 106.000 orang masih bertahan di berbagai lokasi penampungan kolektif yang tersebar di seluruh wilayah Lebanon.
Sebagian warga lainnya juga memilih mencari tempat perlindungan alternatif sambil menunggu situasi benar-benar aman untuk kembali ke daerah asal mereka.
PBB menilai kondisi keamanan yang belum sepenuhnya stabil masih menjadi salah satu hambatan utama dalam proses kepulangan masyarakat.
Selain faktor keamanan, kerusakan infrastruktur yang cukup luas serta keterbatasan akses terhadap layanan dasar juga menjadi tantangan yang dihadapi para pengungsi.
Pasukan Sementara PBB di Lebanon atau UNIFIL juga masih mencatat aktivitas militer yang terjadi di wilayah operasinya dalam beberapa hari terakhir.
Pada Kamis, UNIFIL mendeteksi 143 lintasan proyektil, dengan sebagian dikaitkan dengan pasukan Israel dan sisanya berasal dari kelompok Hizbullah.
{nextPage}
Sehari sebelumnya, jumlah lintasan proyektil yang terpantau bahkan mencapai 364, menunjukkan situasi di lapangan masih memerlukan perhatian serius.
UNIFIL juga melaporkan adanya aktivitas darat yang dilakukan Pasukan Pertahanan Israel di sejumlah area operasi, termasuk insiden yang melibatkan konvoi pasukan penjaga perdamaian PBB di dekat Kota Tyre.
PBB kembali menegaskan pentingnya kebebasan bergerak bagi personel UNIFIL dalam menjalankan mandat Dewan Keamanan, terutama di tengah upaya menjaga stabilitas dan mendukung pemulihan kondisi kemanusiaan di Lebanon selatan.
Sumber: Anadolu
.jpg)