![]() |
| Salah satu unit Denza B5 saat melakukan uji coba melewati rintangan pada ajang BYD Tech Cultule Fest di 23 Paskal, Kota Bandung, Jawa Barat. (ANTARA) |
BANDUNG, Tajukkalimantan.com - Produsen otomotif asal China, BYD, mencatat telah mendistribusikan lebih dari 97.000 unit kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia sejak memasuki pasar nasional pada 2024 hingga Juli 2026.
Capaian tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik sekaligus memperkuat posisi BYD di industri otomotif nasional.
Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan penjualan tersebut membuat BYD menguasai lebih dari 40 persen pangsa pasar kendaraan listrik di Indonesia.
Menurutnya, pertumbuhan tersebut menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air.
Luther menilai penggunaan kendaraan listrik terus meningkat seiring bertambahnya kesadaran masyarakat terhadap transportasi yang lebih ramah lingkungan dan efisien.
Di wilayah Jawa Barat, BYD mencatat penjualan lebih dari 10.500 unit dengan penguasaan sekitar 50 persen dari total pasar kendaraan listrik di provinsi tersebut.
Ia menyebut respons konsumen di Jawa Barat terhadap produk-produk BYD sejauh ini sangat positif dan terus menunjukkan tren peningkatan.
{nextPage}
Untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, BYD kini telah memiliki lebih dari 15 jaringan penjualan yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Barat.
Perusahaan juga berkomitmen memperluas jaringan pemasaran dan layanan agar masyarakat semakin mudah mengakses produk maupun layanan purna jual.
Dari sisi produk, BYD Atto 1 dan BYD M6 menjadi dua model yang paling banyak diminati oleh konsumen Indonesia.
Menurut Luther, BYD M6 dikembangkan khusus untuk pasar Indonesia sebagai kendaraan listrik jenis MPV tujuh penumpang yang menawarkan teknologi modern dengan harga yang kompetitif.
Sumber: Antaranews
.jpg)