![]() |
| Kepala Dishut Kalsel Fathimatuzzahra di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. (Dishut Kalsel) |
BANJARBARU, Tajukkalimantan.com - Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan memperkuat sinergi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam melalui peningkatan koordinasi dan pemantauan rutin.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi potensi kebakaran hutan selama musim kemarau.
Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan, Fathimatuzzahra, meminta seluruh jajaran meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman karhutla.
Ia menekankan pentingnya koordinasi yang lebih intensif serta pemantauan kawasan hutan secara berkala.
Menurutnya, optimalisasi langkah pencegahan menjadi prioritas karena Tahura Sultan Adam merupakan salah satu kawasan konservasi strategis di Kalimantan Selatan.
Fathimatuzzahra menilai pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah kebakaran terjadi.
Karena itu, setiap unit kerja diminta menjalankan tugas dan fungsi secara terpadu serta responsif terhadap potensi ancaman di lapangan.
Pada kesempatan yang sama, ia juga mengapresiasi hasil monitoring Tim Audit Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030 di sejumlah Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH).
{nextPage}
Hasil pemantauan menunjukkan pelaksanaan program rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) dalam program FOLU Net Sink 2030 di Kalimantan Selatan berjalan dengan baik.
Capaian tersebut dinilai menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan kawasan hutan dan tutupan lahan.
Fathimatuzzahra menegaskan keberhasilan tersebut mencerminkan komitmen seluruh jajaran dalam mendukung pelaksanaan Program FOLU Net Sink 2030 secara akuntabel dan berkelanjutan.
Sumber: Antaranews
.jpg)