![]() |
| Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran saat menyerahkan secara simbolis elpiji tabung 3 kilogram kepada masyarakat di Stadion HM Sanusi. (ANTARA) |
PULANG PISAU, Tajukkalimantan.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau menggelar Gerakan Pasar Murah (GPM) untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengatakan GPM juga bertujuan meningkatkan daya beli masyarakat, khususnya bagi kelompok berpenghasilan rendah.
Menurutnya, program ini menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung pengendalian inflasi di daerah.
Agustiar menjelaskan GPM tidak hanya menyediakan bahan pokok dengan harga lebih murah, tetapi juga memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan berbagai pemangku kepentingan.
Ia menegaskan pemerintah ingin memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
Gubernur berharap masyarakat memanfaatkan Gerakan Pasar Murah untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga sehari-hari.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus mendukung berbagai program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, GPM diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan serta menjaga stabilitas perekonomian di Kalimantan Tengah.
{nextPage}
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menyalurkan sebanyak 1.608 paket bahan pokok dengan subsidi harga sekitar 30 persen di bawah harga pasar.
Komoditas yang dijual meliputi beras premium, beras SPHP, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, gula konsumsi, telur ayam ras, ayam beku, ikan segar, sayur-mayur, buah-buahan, hingga 560 tabung elpiji 3 kilogram.
Pemerintah berharap pelaksanaan Gerakan Pasar Murah dapat terus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di daerah.
Sumber: Antara Kalteng
.jpg)