![]() |
| Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran saat panen raya padi di Desa Terusan Mulya. (ANTARA) |
KUALA KAPUAS, Tajukkalimantan.com - Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan kawasan pertanian produktif, khususnya di Kabupaten Kapuas sebagai salah satu lumbung pangan daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri panen raya padi di Desa Terusan Mulya, Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas, Rabu.
Kegiatan panen raya turut dihadiri Bupati Kapuas Muhammad Wiyatno, Bupati Pulang Pisau Ahmad Rifa'i, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, Kapolda Kalteng Irjen Pol. Iwan Kurniawan, serta jajaran Forkopimda Provinsi Kalimantan Tengah dan Kabupaten Kapuas.
Agustiar Sabran mengapresiasi keberhasilan Pemerintah Kabupaten Kapuas dalam mendukung program swasembada pangan nasional melalui peningkatan produksi pertanian.
Menurutnya, kemampuan petani Kapuas melakukan panen hingga dua kali dalam setahun menjadi capaian yang patut dibanggakan dan mampu memenuhi kebutuhan pangan Kalimantan Tengah.
Ia juga menilai kemajuan sektor pertanian di bawah kepemimpinan Bupati Muhammad Wiyatno menunjukkan perkembangan yang sangat positif.
Sementara itu, Bupati Kapuas Muhammad Wiyatno menjelaskan panen raya tahun ini dilaksanakan serentak di Kecamatan Bataguh, Kapuas Kuala, Tamban Catur, dan Kapuas Timur dengan total luas panen mencapai 25.817 hektare.
Ia mengatakan karakteristik budidaya padi di setiap wilayah berbeda, di mana Kapuas Kuala dan Kapuas Timur didominasi padi lokal, sedangkan Bataguh dan Tamban Catur telah banyak mengembangkan varietas unggul.
Menurut Wiyatno, varietas padi unggul yang dibudidayakan di Bataguh dan Tamban Catur kini mampu dipanen hingga lima kali dalam kurun waktu dua tahun sehingga meningkatkan produktivitas pertanian.
{nextPage}
Pemerintah Kabupaten Kapuas juga menerima dukungan dari Kementerian Pertanian berupa 57 unit rotavator, 488 unit hand tractor, 95 unit pompa air, dan 213 unit hand sprayer untuk mendukung peningkatan hasil pertanian.
Selain itu, Kabupaten Kapuas memperoleh program Cetak Sawah Tahun Anggaran 2026 yang akan dilaksanakan di empat kecamatan dengan total lahan baku sawah sekitar 45 ribu hektare sebagai kawasan strategis pendukung ketahanan pangan nasional.
Wiyatno berharap pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memberikan dukungan berupa mesin panen combine harvester serta pembangunan Rice Milling Unit (RMU) agar kualitas hasil panen petani meningkat, sehingga Kapuas semakin kokoh sebagai sentra produksi beras utama di Kalimantan Tengah dan berkontribusi terhadap swasembada pangan nasional.
Sumber: Antara Kalteng
.jpg)