![]() |
| Rombongan Komisi III DPRD Kalsel dipimpin Wakil Ketuanya HA Maulana tinjau pembangunan IPA Mekarsari Batola. (Humas Setwan Kalsel) |
BANJARBARU, Tajukkalimantan.com – Komisi III DPRD Kalimantan Selatan mendorong percepatan operasional Instalasi Pengolahan Air (IPA) Mekarsari di Kabupaten Barito Kuala agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat segera terpenuhi.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalsel H. Achmad Maulana mengatakan fasilitas tersebut diharapkan mampu melayani warga di Kecamatan Tamban, Mekarsari, dan Tabunganen.
Dorongan itu disampaikan usai Komisi III melakukan monitoring pembangunan IPA Mekarsari di Desa Tinggiran Baru, Kabupaten Barito Kuala, pada pertengahan Juli 2026.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan DPRD diterima Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kalsel Ryan Tirta Nugraha bersama Kepala Balai Pengelolaan Air Minum (BPAM) Banjarbakula H. Siddiq Wahyu Pamungkas beserta jajaran.
Selain meninjau progres pembangunan, Komisi III juga menerima pemaparan mengenai kesiapan operasional instalasi yang menjadi bagian dari penyelesaian Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Banjarbakula.
Achmad Maulana menilai pembangunan IPA Mekarsari merupakan langkah strategis hasil sinergi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan Pemerintah Kabupaten Barito Kuala dalam memperkuat layanan air bersih.
Menurutnya, keberadaan instalasi tersebut sangat penting karena akses terhadap air bersih masih menjadi kebutuhan utama masyarakat di kawasan Banjarbakula.
Ia menjelaskan pembangunan IPA Mekarsari dimulai pada 2024, dilanjutkan penyelesaian konstruksi utama pada 2025, dan memasuki tahap penyempurnaan fasilitas pendukung pada 2026.
Pembangunan utama dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sedangkan penyelesaian fasilitas pendukung memperoleh dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalimantan Selatan.
{nextPage}
IPA Mekarsari ditargetkan mulai beroperasi pada 2027 dengan kapasitas pelayanan sekitar 4.000 sambungan rumah bagi masyarakat di tiga kecamatan tersebut.
Komisi III juga mengingatkan pentingnya koordinasi antara BPAM Banjarbakula dan PDAM Barito Kuala agar kesiapan instalasi berjalan seiring dengan pembangunan jaringan distribusi ke rumah-rumah warga.
Sementara itu, Dinas PUPR Kalimantan Selatan berharap dukungan DPRD terus berlanjut agar pembangunan infrastruktur air minum memperoleh tambahan pendanaan dari pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), sehingga target pemenuhan Standar Pelayanan Minimal layanan air bersih di Kalimantan Selatan dapat tercapai.
Sumber: Antara Kalsel
.jpg)