![]() |
| Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di Jakarta. (ANTARA) |
JAKARTA, Tajukkalimantan.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut inflasi Indonesia pada Juni 2026 terutama dipengaruhi kenaikan harga bahan bakar minyak dan sejumlah komoditas pangan yang bersifat fluktuatif.
Menurutnya, tekanan inflasi tersebut diperkirakan hanya bersifat sementara dan akan mereda dalam beberapa bulan ke depan.
Purbaya optimistis harga BBM, khususnya Pertamax, akan mengikuti tren penurunan harga minyak dunia secara bertahap.
Ia menilai kondisi inflasi saat ini belum mencerminkan peningkatan permintaan masyarakat yang berlebihan.
Hal itu terlihat dari inflasi inti yang masih berada pada level 2,76 persen secara tahunan dan dinilai tetap terkendali.
Purbaya menegaskan kenaikan inflasi lebih dipicu faktor harga komoditas musiman dibandingkan lonjakan permintaan.
Badan Pusat Statistik mencatat inflasi Indonesia pada Juni 2026 mencapai 3,34 persen secara tahunan atau 0,44 persen secara bulanan.
Kelompok transportasi menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan kenaikan 2,29 persen dan memberikan andil 0,28 persen terhadap inflasi nasional.
{nextPage}
Komoditas bensin menjadi penyumbang terbesar, disusul tarif angkutan udara serta pelumas atau oli mesin.
Sementara itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau turut mengalami inflasi yang dipicu kenaikan harga bawang merah, bawang putih, dan beras.
Inflasi inti pada Juni 2026 tercatat sebesar 0,23 persen secara bulanan dan 2,76 persen secara tahunan, sehingga pemerintah menilai kondisi inflasi masih berada dalam batas yang terkendali.
Sumber: Antaranews
.jpg)