BNPB Siagakan Tim Kesehatan 24 Jam Tangani Dampak Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin

Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin. (ANTARA)


    JAKARTA, Tajukkalimantan.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiagakan tim kesehatan selama 24 jam untuk mengantisipasi dampak asap kebakaran TPA Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang.

Langkah tersebut dilakukan karena kepulan asap pekat mulai mengganggu permukiman warga di sekitar lokasi kebakaran.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan kelompok rentan menjadi prioritas dalam penanganan kesehatan.


Balita, lansia, dan warga yang memiliki riwayat penyakit mendapat perhatian khusus guna mengurangi risiko gangguan kesehatan.

BPBD juga telah melakukan kaji cepat, berkoordinasi dengan pemerintah daerah, serta menyalurkan bantuan berupa 46 kasur kepada warga terdampak.

Pemerintah Kabupaten Tangerang turut menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran TPA Jatiwaringin selama 14 hari mulai 1 hingga 14 Juli 2026.

Di lapangan, BPBD bersama organisasi perangkat daerah masih melakukan pemadaman melalui jalur darat.

Petugas menghadapi kendala karena titik api berada di puncak tumpukan sampah dan terus menyala di bagian dalam material.

{nextPage}

BNPB menilai proses pemadaman masih membutuhkan dukungan operasi terpadu melalui jalur darat dan penyiraman air menggunakan helikopter.

Selain penanganan kebakaran, koordinasi lintas instansi juga terus diperkuat untuk meminimalkan dampak kesehatan dan sosial bagi masyarakat.

BNPB mendorong aktivasi Pos Komando agar penanganan darurat melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan dan berjalan lebih efektif.

Sumber: Antaranews
Lebih baru Lebih lama