![]() |
| Tampilan OnePlus 15. (Situs web OnePlus global) |
JAKARTA, Tajukkalimantan.com - Merek ponsel pintar OnePlus dikabarkan akan menghentikan operasionalnya di Amerika Serikat dan Eropa sebagai bagian dari langkah restrukturisasi bisnis yang dilakukan perusahaan induknya, Oppo.
Laporan tersebut juga menyebutkan OnePlus akan meninggalkan pasar India yang selama ini menjadi salah satu pasar terbesarnya di luar China.
Informasi itu muncul berdasarkan laporan media teknologi TechCrunch yang mengutip sumber internal perusahaan.
OnePlus didirikan pada 2013 oleh Pete Lau dan Carl Pei dengan fokus menghadirkan ponsel Android berperforma tinggi dengan harga yang kompetitif.
Seiring perkembangan bisnis, perusahaan memperluas jajaran produknya ke berbagai segmen pasar untuk menjangkau lebih banyak konsumen.
Setelah Carl Pei meninggalkan perusahaan pada 2020 dan mendirikan Nothing, OnePlus tetap melanjutkan pengembangan produknya, termasuk melalui seri Nord yang menyasar segmen menengah.
Kabar hengkangnya OnePlus dari sejumlah pasar internasional muncul di tengah tantangan yang sedang dihadapi industri ponsel pintar global.
Sejumlah lembaga riset sebelumnya memperkirakan pengiriman ponsel pintar dunia mengalami penurunan akibat keterbatasan pasokan chip memori yang berdampak pada kenaikan harga komponen.
{nextPage}
Kondisi tersebut turut memengaruhi daya beli konsumen serta permintaan perangkat baru di berbagai negara.
Di sisi lain, laporan Counterpoint Research mencatat pengiriman perangkat Oppo mengalami penurunan secara tahunan pada kuartal kedua 2026 karena melemahnya permintaan di sejumlah pasar utama.
Meski demikian, Oppo dikabarkan tetap mempertahankan keberadaan OnePlus di China dan akan terus memperluas pemasaran merek Realme di berbagai pasar internasional yang dinilai masih memiliki potensi pertumbuhan.
Sumber: Antaranews
.jpg)