China Manfaatkan AI dan Drone untuk Perkuat Sistem Penanggulangan Bencana

Seorang petugas penyelamat mengoperasikan drone untuk mengangkut bantuan di Kota Guigang, Daerah Otonomi Guangxi Zhuang, China. (Xinhua)


    BEIJING, Tajukkalimantan.com - China terus memperkuat sistem penanggulangan bencana dengan memanfaatkan teknologi canggih seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), drone, dan sistem digital untuk meningkatkan kecepatan serta efektivitas penanganan keadaan darurat.

Pemanfaatan teknologi tersebut menjadi bagian dari transformasi manajemen bencana yang mengedepankan pendekatan berbasis data, menggantikan metode konvensional yang lebih bersifat reaktif.

Penerapan teknologi modern terlihat saat topan dan hujan lebat melanda Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi di China selatan yang menyebabkan banjir dan memutus akses menuju sejumlah wilayah.


Dalam kondisi tersebut, otoritas setempat mengerahkan armada drone untuk melakukan pemantauan dari udara sekaligus mengirimkan bantuan kepada masyarakat yang terisolasi.

Drone juga menyediakan tayangan video secara langsung sehingga memudahkan pusat komando dalam memantau situasi dan menentukan langkah penanganan di lapangan.

Di Kota Shenzhen, Provinsi Guangdong, pemerintah memanfaatkan sistem berbasis AI untuk memantau potensi banjir melalui analisis ribuan kamera pengawas secara otomatis.

Teknologi tersebut mampu menganalisis lebih dari 243 ribu gambar pengawasan dan mengidentifikasi lebih dari 1.500 potensi risiko banjir beserta lokasi serta tingkat ancamannya.

Menurut otoritas setempat, penggunaan AI meningkatkan efisiensi pemantauan sekaligus mengurangi potensi kesalahan yang dapat terjadi dalam proses pengawasan manual.

{nextPage}

Sementara itu, Provinsi Zhejiang mengembangkan teknologi digital twin untuk mengelola lebih dari 7.000 sungai melalui sistem prediksi kondisi perairan dan distribusi sumber daya air.

Teknologi tersebut terbukti membantu pemerintah memprediksi kenaikan muka air beberapa hari sebelum topan terjadi sehingga pelepasan air dari waduk dapat dilakukan lebih awal guna mengurangi risiko banjir.

Melalui penerapan AI, drone, sensor pintar, dan sistem digital lainnya, China terus memperkuat kapasitas penanggulangan bencana sebagai bagian dari strategi nasional dalam menghadapi dampak perubahan iklim dan cuaca ekstrem.

Sumber: Antaranews
Lebih baru Lebih lama