Pemerintah Targetkan 100 Sekolah Nasional Terintegrasi Demi Perluas Akses Pendidikan Berkualitas

Mendikdasmen Abdul Mu'ti (kanan) dan Mensesneg Prasetyo Hadi memberikan keterangan kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. (ANTARA)


    JAKARTA, Tajukkalimantan.com - Pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 100 Sekolah Nasional Terintegrasi pada tahun 2026 untuk memperluas pemerataan pendidikan di Indonesia.

Program tersebut disiapkan agar siswa berprestasi dari berbagai latar belakang masyarakat memperoleh akses pendidikan yang lebih baik.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan pendirian sekolah unggulan nonasrama itu merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, proses seleksi terhadap usulan sekolah yang akan menjadi bagian dari program tersebut telah dilakukan oleh pemerintah.


Dari target 100 sekolah, sebanyak lima sekolah direncanakan mulai beroperasi di balai-balai milik Kemendikdasmen.

Selain itu, satu Sekolah Nasional Terintegrasi akan dibangun di kawasan Ibu Kota Nusantara atau IKN.

Pemerintah juga menyiapkan pembangunan sembilan sekolah baru di sejumlah daerah yang telah lolos proses seleksi.

Sekolah Nasional Terintegrasi menjadi salah satu strategi pemerintah untuk meningkatkan pemerataan kualitas pendidikan nasional.

Program itu dirancang secara inklusif dengan sasaran peserta didik berprestasi dari berbagai kelompok sosial dan ekonomi.

{nextPage}

Pelaksanaan pembangunan akan dilakukan melalui pembangunan sekolah baru serta peningkatan kualitas sekolah yang sudah ada.

Untuk pembangunan sekolah baru, pemerintah membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta melalui skema pembangunan oleh swasta dan operasional oleh pemerintah pusat.

Dalam kesempatan yang sama, Abdul Mu’ti juga melaporkan bahwa program revitalisasi sekolah tahun 2025 telah mencapai 16.167 satuan pendidikan dan ditargetkan menjangkau total 71.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

Sumber: Antaranews
Lebih baru Lebih lama