![]() |
| Serangan Iran ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. (ANTARA) |
TEHERAN, Tajukkalimantan.com - Pemerintah Iran menegaskan bahwa setiap lokasi yang digunakan untuk melancarkan serangan terhadap wilayahnya akan dianggap sebagai target yang sah untuk tindakan balasan.
Peringatan tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri Iran dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Senin.
Iran juga meminta negara-negara tetangga agar tidak mengizinkan wilayah maupun fasilitas mereka digunakan oleh Amerika Serikat atau pihak lain untuk menyerang Iran.
Menurut Teheran, negara-negara tetangga memiliki kewajiban berdasarkan hukum internasional untuk mencegah wilayahnya dijadikan basis operasi militer terhadap Iran.
Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa setiap titik asal peluncuran serangan akan menjadi sasaran angkatan bersenjata Iran.
Dalam pernyataannya, Iran mengecam keras serangan Amerika Serikat yang disebut telah melanggar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pemerintah Iran menilai tindakan tersebut merupakan ancaman terhadap perdamaian dan keamanan internasional.
Teheran juga menuduh Washington melanggar berbagai ketentuan dalam Nota Kesepahaman Islamabad yang ditandatangani sekitar 25 hari sebelumnya.
Selain itu, Amerika Serikat dituding menargetkan infrastruktur transportasi, kapal nelayan, kapal kargo, serta fasilitas meteorologi yang disebut sebagai pelanggaran hukum perang.
{nextPage}
Iran juga menuduh Amerika Serikat ikut campur dalam pengaturan Selat Hormuz sehingga dinilai mengganggu keamanan jalur pelayaran internasional.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah terus meningkat dalam beberapa hari terakhir seiring aksi saling serang antara Iran dan Amerika Serikat.
Sebelumnya, Iran mengklaim telah melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait, Bahrain, Qatar, Yordania, dan Oman sebagai balasan atas serangan terhadap sejumlah target di wilayahnya.
Sumber: Anadolu
.jpg)