![]() |
| Suasana pembukaan FGD penyusunan Rencana Kontinjensi Karhutla tahun 2026 yang dilaksanakan Pemkab Kapuas melalui BPBD di Kuala Kapuas. (ANTARA) |
KUALA KAPUAS, Tajukkalimantan.com - Pemerintah Kabupaten Kapuas memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui penyusunan Rencana Kontinjensi Karhutla yang dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD), Selasa.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Kapuas Dodo dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan sebagai bagian dari strategi mitigasi bencana menjelang puncak musim kemarau.
Dodo menegaskan bahwa keberhasilan penanggulangan karhutla tidak hanya bergantung pada kemampuan memadamkan api, tetapi juga pada upaya pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, dan respons cepat yang terkoordinasi.
Menurutnya, dokumen Rencana Kontinjensi menjadi instrumen penting untuk membangun sistem kesiapsiagaan yang efektif dalam menghadapi potensi bencana karhutla.
Dokumen tersebut akan memuat analisis risiko, skenario kejadian, kebutuhan sumber daya, mekanisme komando, pembagian tugas, serta langkah operasional saat kondisi darurat terjadi.
Ia berharap seluruh pemangku kepentingan memiliki pedoman yang sama sehingga penanganan karhutla dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Pemerintah Kabupaten Kapuas juga mengapresiasi BPBD Kapuas yang bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Palangka Raya dalam menyusun dokumen tersebut.
Kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dinilai mampu menghasilkan dokumen yang lebih komprehensif melalui perpaduan pengalaman lapangan dan pendekatan ilmiah.
{nextPage}
Dalam FGD, pemerintah daerah menekankan pentingnya penggunaan data yang valid mengenai wilayah rawan, titik panas, akses menuju lokasi kebakaran, serta ketersediaan sumber air.
Selain itu, pembagian tugas antarinstansi diminta dirumuskan secara jelas agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan ketika penanganan darurat dilakukan.
Pemkab Kapuas juga mendorong keterlibatan masyarakat melalui Masyarakat Peduli Api (MPA), Desa Tangguh Bencana (Destana), Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana), relawan, serta dunia usaha untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi karhutla.
Sumber: Antara Kalteng
.jpg)